NEGARA-NEGARA AFRIKA NYATAKAN SIAP PERANGI BOKO HARAM

Paris, 19 Rajab 1435/18 Mei 2014 (MINA) – Negara-negara tetangga Nigeria siap berperang melawan kelompok Boko Haram yang berbasis di Nigeria.

Presiden Chad Idriss Deby membuat pernyataan itu setelah pertemuan puncak di Paris, Sabtu (17/5), termasuk Presiden Nigeria Goodluck Jonathan dan perwakilan dari negara-negara Afrika Barat Kamerun, Benin, Niger ditambah Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris dan Perancis.

“Muncul tekad untuk mengatasi situasi ini dan  memulai perang, perang total melawan Boko Haram,” kata Deby setelah pertemuan bertujuan merumuskan strategi bersama untuk melawan kelompok bersenjata itu, demikian dilaporkan Al Jazeera yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Para pemimpin yang menghadiri pertemuan tersebut menyepakati upaya untuk memperketat kontrol perbatasan, berbagi informas intelijen dan mengambil pendekatan kolaboratif ketika melawan kelompok bersenjata.

Presiden Jonathan mengatakan, Boko Haram telah berevolusi dari sebuah kelompok kecil untuk menjadi bagian dari organisasi Al-Qaeda yang lebih luas.

“Boko Haram buka lagi kelompok teror lokal dengan beberapa sentimen regional yang dimulai di Nigeria pada tahun 2002 sampai 2009,” kata Jonathan. “Dari 2009 sampai saat ini, telah berubah dan beroperasi dengan jelas sebagai sebuah organisasi Al-Qaeda. Hal ini dapat digambarkan secara lebih baik sebagai Al-Qaeda di Afrika Barat dan Tengah.”

“Pesan yang kami ingin kirim adalah kami tahu ancaman itu. Ini serius, serius untuk  Afrika dan untuk Eropa. Kami telah menggunakan sistem militer dan intelijen untuk menemukan gadis-gadis muda (yang diculik Boko Haram),” kata Presiden Perancis Francois Hollande.

Boko Haram yang dalam bahasa lokal Hausa berarti “pendidikan Barat haram” adalah kelompok yang ingin menerapkan hukum Islam, menjadi oposisi terhadap pemerintah Nigeria yang dinilai rusak dan marak melakukan korupsi.

Namun setelah pemimpin mereka ditangkap dan tewas di penjara polisi pada tahun 2009, kelompok pimpinan Abubakar Shekau itu berubah menjadi kelompok yang melancarkan serangan-serangan keras dalam memerangi pemerintah dan pengaruh budaya Barat di negeri itu. (T/P09/EO2).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor:

Comments: 0