Nenek-Nenek Palestina Jadi Tren di Twitter

Muftia Tlaib, 90 tahun, nenek Palestina dari Anggota Kongres Wanita AS Rashida Tlaib. (Foto: Abbas Momani/AFP)

Washington, MINA – Pengguna Twitter keturunan Palestina berbagi foto dan cerita tentang nenek mereka di platform media sosial pada hari Sabtu (17/8) untuk mendukung anggota parlemen AS Rashida Tlaib, yang membatalkan rencananya untuk mengunjungi neneknya sendiri di Tepi Barat, dengan alasan pembatasan oleh Israel.

Tlaib meminta dan diizinkan untuk mengunjungi neneknya yang berusia 90 tahun dengan alasan kemanusiaan setelah ia dan anggota Kongres Demokrat lainnya, Ilhan Omar, pada hari Kamis (15/8) dilarang oleh Israel mengunjungi Tepi Barat dan Yerusalem dalam kapasitas mereka sebagai anggota parlemen AS.

Namun, Tlaib berubah pikiran tentang perjalanan keluarganya beberapa jam setelah disetujui pada hari Jumat dan memilih mengunggah foto neneknya di Twitter, demikian Times of Israel melaporkan.

Aktivis politik Palestina-Amerika Linda Sarsour menindaklanjuti dengan berbagi foto neneknya untuk menghormati leluhur Tlaib dan melampirkan tagar “#MyPalestinianSitty” pada pesan tersebut. “Sitty” adalah kata bahasa Arab yang berarti “nenek”.

“Tagar #MyPalestinianSitty ini untuk menghormati nenek Rashida Tlaib, Sitty Muftiya,” tulis Sarsour.

“Keberanian, kejelasan, dan keganasannya sangat inspirasional. Dia mengingatkan orang-orang Palestina betapa kita harus bangga. Nenek kami mengajarkan kehidupan,” katanya.

Tlaib me-retweet pesan itu dan kemudian mengunggah foto neneknya yang lain dengan pesan “Ini adalah #MyPalestinianSitty saya yang lain yang tidak bisa dibuat main-main oleh siapa pun. Dia bangga karena berasal dari #BeitHanina dan seorang wanita yang galak.”

Pengguna Twitter dengan cepat mengambil tren dengan mengunggah foto nenek Palestina mereka. Banyak yang memasukkan cerita tentang bagaimana nenek mereka meninggalkan Israel ketika negara Yahudi didirikan pada tahun 1948. (T/RI-1/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)