Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nepal Gelar Pemilu Pertama sejak Protes Gen Z Gulingkan Pemerintahan Oli

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - 18 jam yang lalu

18 jam yang lalu

10 Views

Mantan perdana menteri Nepal, KP Sharma Oli berpartisipasi dalam pemilu pada Kamis, 5 Maret 2026. (Foto: Routine of Nepal banda)

Kathmandu, MINA – Pemungutan suara pemilu dimulai di Nepal pada Kamis (5/3) untuk memilih 275 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), enam bulan setelah protes yang dipimpin Generasi Z (Gen Z) menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri KP Sharma Oli.

Dilansir dari Anadolu, DPR yang terpilih pada November 2022 untuk masa jabatan lima tahun, dibubarkan September lalu, di puncak protes massal yang dipimpin oleh anggota Gen Z.

Gedung parlemen, kantor perdana menteri, Mahkamah Agung, dan perusahaan bisnis swasta dibakar oleh demonstran yang menuntut diakhirinya korupsi dan ketidaksetaraan. Lebih dari 70 orang tewas.

Kerusuhan tersebut mendorong Oli untuk mengundurkan diri dan pensiunan ahli hukum terkemuka Sushila Karki mengambil alih sebagai pemimpin sementara.

Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS

Pemerintahan Karki menggelar pemilu dalam waktu enam bulan sejak ia menjabat.

Sekitar 19 juta pemilih berhak memilih 165 anggota DPR berdasarkan sistem pemilihan mayoritas sederhana (first-past-the-post). Sebanyak 110 anggota parlemen lainnya akan dipilih berdasarkan kategori perwakilan proporsional.

Majelis tinggi, yang dikenal sebagai Majelis Nasional, dipilih oleh perwakilan rakyat yang terpilih di pemerintahan tingkat bawah dan majelis provinsi.

Dari total tersebut, lebih dari 900.000 adalah pemilih pemula. Mereka mendukung kepemimpinan muda untuk menyingkirkan para pemimpin yang sudah tua dan tidak berkinerja baik.

Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak

Mantan walikota ibu kota Kathmandu, Balendra Shah, dianggap sebagai kandidat terdepan untuk menjadi perdana menteri baru.

Balendra adalah seorang insinyur pembangunan. Ia telah mengundurkan diri dari jabatan walikota untuk mengikuti pemilihan dari Jhapa-5, daerah pemilihan asal Oli. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya

Rekomendasi untuk Anda