Nur Ikhwan : Diamanahkan di Daerah Konflik Justru Tambah Kedekatan Pada Allah

Al-Muhajirun, Lampung, MINA – Bertugas di daerah konflik, justru semakin merasa dekat dengan Allah.

Demikian diungkapkan Aktivis Kemanusiaan Jama’ah Muslimin (Hizbulllah), Nur Ikhwan Abadi pada Taklim Gabungan Markaz II Al-Muhajirun, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung, Ahad, (29/12).

Nur Ikhwan yang baru saja kembali setelah selama dua tahun berada di Mrauk-U, Arakan State, Myanmar guna membangun Rumah Sakit Indonesia yang diinisiasi oleh Medical Emergency Rescue Committe (Mer-C) ini menceritakan bagaimana pengalamannya selama menjalankan misi kemanusiaan di daerah-daerah konflik.

“Kalau ditanya, apakah nggak kangen tinggalkan keluarga dalam waktu lama, ya kangen. Apa nggak takut di daerah konflik? Ya takut juga. Tapi justru dengan itu kemudian ada doa, pengharapan kepada Allah,” katanya.

Maka, ketika diamanahkan di daerah konflik justru semakin mendekatkan diri ini kepada Allah, semakin bergantung dan memohon pertolongan dari Allah.

Selain itu menurut Nur Ikhwan, selain merasa semakin dekat dengan Allah juga semakin meningkatkan kesyukuran kepada Allah.

Nur Ikhwan menceritakan bagaimana di Myanmar umat Islam dibatasi hak pendidikan, kesehatan, dan hak ibadahnya, namun tidak membuat mereka menyerah. Karenanya dia mengajak jamaah taklim untuk meningkatkan kesyukuran kepada Allah.

“Maka kita perlu banyak bersyukur. Kalau mereka dengan minim fasilitas masih mampu pegang teguh keimanan dan masih mau terus belajar, jika dibanding dengan kita semua fasilitas ada, makan kita cukup.kita seharusnya lebih baik ibadahnya daripada saudara kita di sana,” kata Nur Ikhwan yang sebelumnya berada selama lima tahun di Gaza Palestina sebagai Site Manager pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang juga diinisiasi Mer-C itu.

Nur Ikhwan merasa bersyukur setiap misi kemanusiaan yang diemban selalu mendapat pertolongan Allah.

“Kalau sudah selesai misi baru sadar, kok bisa selesai. Kalau bukan karena pertolongan Allah sangat tidak mungkin selesai katena disituasi konflik,” ujarnya. (L/B01/P1).

Mi’raj News Agency (MINA).