OKI Kutuk Pembukaan Museum Toleransi di Pemakaman Yerusalem

Jeddah, MINA – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada penyataaan pers Selasa (12/10), mengutuk serangan terhadap kesucian kuburan Islam, termasuk pembukaan Museum Toleransi di atas pemakaman “Ma’man Allah” dan “Al Yusufiya” di kota Yerusalem yang diduduki.

Daerah itu adalah sebuah tanah pemakaman yang berusia lebih dari seribu tahun, diperuntukkan bagi warga Muslim Yerusalem.

OKI menganggap lengkah pendudukan Israel terhadap kota Yerusalem yang diduduki, penduduknya, kesuciannya, identitas Islam dan landmark budayanya, merupakan tindakan provokasi untuk perasaan umat Islam pada umumnya, dan Palestina pada khususnya. Quds Press melaporkan.

Sebelumnya, Mahkamah Agung Israel telah menyetujui keputusan hakim untuk mengizinkan institusi Amerika Serikat “Visental” membangun “Museum Toleransi” di pemakaman bersejarah di Yerusalem tersebut.

Pendudukan menyita hampir 180 dunum dari perkiraan luas 200 dunum, dan memegang kontrol penuh atas tanah itu.

Museum tersebut akan dibangun dalam lima lantai, dua di antaranya berada di bawah tanah. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)