Zamfara, MINA – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengeluarkan pernyataan resmi mengecam keras serangan teroris yang menewaskan dan mencederai puluhan warga sipil di Negara Bagian Zamfara, Nigeria barat laut.
Pernyataan tersebut menyoroti tragedi yang terjadi baru-baru ini sebagai tindakan brutal yang mengancam keselamatan masyarakat dan stabilitas regional.
Dalam keterangan resminya, OKI menegaskan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Nigeria yang berduka, serta menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas hilangnya nyawa warga sipil dalam kekerasan itu.
Organisasi Islam terbesar di dunia itu juga mendoakan agar para korban luka segera pulih dan kehidupan di wilayah tersebut dapat kembali normal.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Pernyataan serupa juga mendesak pemerintah Nigeria untuk melakukan upaya maksimal dalam menangkap pelaku dan menghadapkan mereka ke proses hukum sesuai prinsip keadilan.
OKI menilai kerja sama internasional sangat penting guna mencegah serangan lebih lanjut dan memperkuat keamanan masyarakat di kawasan yang terus dilanda konflik bersenjata.
Serangan di Zamfara yang memicu kecaman internasional merupakan bagian dari rentetan aksi kekerasan oleh kelompok bersenjata yang selama ini aktif melancarkan serangan terhadap warga sipil dan aparat keamanan Nigeria.
Pasukan keamanan setempat terus bekerja keras menghadapi kelompok ekstremis yang seringkali menggunakan taktik penembakan dan penculikan dalam wilayah terpencil.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Reaksi OKI mendapatkan dukungan dari sejumlah negara dan organisasi lainnya yang juga mengecam serangan serupa di wilayah Nigeria dan Afrika Barat. Misalnya, Uni Afrika dan pemerintah Somalia telah menyuarakan penolakan tegas terhadap tindakan teror ini serta menyerukan pemulihan keamanan dan perlindungan hak asasi warga sipil tanpa syarat.
Negara Bagian Zamfara di Nigeria telah lama menjadi wilayah rawan konflik antara kelompok bersenjata dan pemerintah, dengan insiden kekerasan yang berulang kali menimbulkan korban jiwa dan kerusakan harta benda.
Kekerasan tersebut umumnya terkait dengan aksi kelompok ekstremis yang memanfaatkan daerah terpencil untuk melancarkan serangan terhadap warga sipil dan keamanan lokal, serta menculik warga sebagai taktik tekanan.
Upaya regional dan internasional terus dilakukan untuk menangani ancaman terorisme ini melalui koordinasi keamanan dan strategi antiteror bersama. []
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic