SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi SAR di Aceh Optimalkan Teknologi Drone Thermal

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 9 Desember 2025 - 00:03 WIB

Selasa, 9 Desember 2025 - 00:03 WIB

11 Views

Operasi SAR di Aceh Optimalkan Teknologi Drone ThermalOperasi SAR di Aceh Optimalkan Teknologi Drone Thermal
Penanggulangan pencarian korban jiwa oleh petugas Basarnas (foto : UAR)

Jakarta, MINA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk korban banjir di 17 kabupaten/kota terdampak di Aceh terus diintensifkan dengan memanfaatkan teknologi modern dan anjing pelacak. Fokus utama tim adalah menemukan 62 korban yang masih dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menjelaskan bahwa operasi dilaksanakan di beberapa lokasi seperti Bireuen (Peusangan dan Peudada), Aceh Utara (dengan drone di Tanah Jambo Aye), dan Aceh Tamiang (penyisiran Sungai Tamiang).

Untuk meningkatkan efektivitas, Basarnas mengerahkan drone dengan kamera thermal.

“Teknologi ini lebih efektif dibandingkan metode lama seperti life detector,” ujar Ibnu Harris.

Baca Juga: Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Menko Polkam sebut Indonesia Masih Sanggup

Drone thermal digunakan untuk mendeteksi panas tubuh korban yang mungkin terjebak di material hanyutan atau pepohonan.

Seiring surutnya genangan air, tim juga menyiapkan unit K-9 (anjing pelacak) untuk operasi lanjutan. Berbagai perlengkapan lain seperti rescue car, perahu karet, sonar, dan Kapal SAR KN Purworejo juga dimobilisasi.

Meski peralatan dinilai mencukupi, tim menghadapi tantangan berat berupa luasnya wilayah pencarian, akses yang terbatas, serta hambatan material banjir seperti batang kayu besar, batu, dan lumpur.

Di samping operasi pencarian, Basarnas turut membantu pendistribusian logistik ke daerah terisolir, termasuk melalui metode air dropping. Menghadapi ancaman hujan ekstram hingga Januari 2026, Basarnas mengedepankan koordinasi intensif dengan BMKG untuk menyebarluaskan peringatan dini.

Baca Juga: Kiai Cholil Nafis Serukan Boikot Ceramah Alwi Assegaf, Ini Pemicunya

Upaya mitigasi jangka panjang juga dilakukan melalui program seperti Sekolah Sungai, pelatihan relawan, dan pembentukan Satgas SAR Desa untuk memperkuat kapasitas tanggap darurat masyarakat.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Hari Santri 2026 Usung Tema ‘Santri Menguatkan Negeri’, Kemenag Rilis Logo dan 10 Agenda

Rekomendasi untuk Anda