Detroit, 5 Ramadhan 1434/13 Juli 2013 (MINA) – Sebuah organisasi hak-hak sipil Arab-Amerika mengatakan bahwa sebuah bank Amerika Serikat (as) tidak semestinya menutup bisnis dan rekening pribadi ratusan orang keturunan Timur Tengah, Kamis (11/7).
Liga Hak Sipil Arab-Amerika (Arab-American Civil Rights League) mengumumkan mengajukan gugatan terhadap Huntington Bank di Pengadilan Distrik Detroit, AS.
Menurut pengacara Nabih Ayad, organisasi itu mengatakan telah menerima keluhan dari ratusan orang di wilayah Detroit dan di tempat lain yang mengatakan account mereka ditutup tanpa alasan yang jelas.
Organisasi mengungkapkan bahwa Huntington memberitahu pemegang rekening Arab-Amerika melalui surat bahwa rekening ditutup namun tidak memberikan penjelasan lain.
Baca Juga: Hadiri Indonesia-Brazil Business Forum, Prabowo Bahas Kerjasama Ekonomi
Juru bicara pihak bank mengatakan bahwa Huntington Bank sedang mengkaji masalah ini namun menolak untuk mengomentari masalah hukum yang menunggu, Saudi Gazette melaporkan yang dikutip Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency).
“Namun, Huntington menghargai kesempatan untuk melakukan bisnis dengan komunitas Arab-Amerika, secara lebih di Detroit dan semua pasar kami yang lain,” kata Brown dalam sebuah pernyataannya, Kamis.
Huntington bukanlah satu-satunya bank yang dituduh menutup rekening Arab-Amerika.
Pada bulan Juni, Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations/CAIR) cabang Michigan meminta Departemen Keuangan AS untuk menyelidiki JPMorgan Chase & Co. untuk rekening bank etnis Arab dan Muslim AS yang ditutup.
Baca Juga: Rupiah Berpotensi Melemah Efek Konflik di Timur Tengah
Seorang juru bicara JPMorgan Chase mengatakan pada waktu itu bahwa ia tidak menyadari keluhan tetapi akan memeriksanya.
Jurubicara Kantor Dewan Keuangan Currency, Bryan Hubbard mengatakan pihaknya juga akan melihat ke dalam tuduhan. (T/P09/R2).
Mi’raj News Agency (MINA).
Baca Juga: Komite Perlindungan Jurnalis Kutuk Israel atas Tebunuhnya Tiga Wartawan di Lebanon
Baca Juga: OJK Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah untuk Santri di Kalteng