Islamabad, MINA — Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, melakukan kunjungan ke Teheran pada Ahad (20/9) untuk pembicaraan dengan para pemimpin dan pejabat Iran.
Kunjungan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Kawasan Asia Barat yang melibatkan konflik AS-Iran dan pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi Yaman.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kunjungan Naqvi berfokus pada hubungan bilateral dan tindak lanjut dari kesepahaman sebelumnya antara kedua negara. Ia menegaskan tidak ada pesan mediasi spesifik yang direncanakan.
“Kunjungan menteri dalam negeri Pakistan sepenuhnya dalam kerangka diskusi bilateral,” kata Baghaei, dikutip oleh IRIB.
Baca Juga: Trump Jadikan Kerusuhan Prancis Sebagai Materi Kampanye di Pemilu Sela
Meskipun Iran menegaskan kunjungan ini bersifat bilateral, waktunya sangat krusial. Pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi yang bersekutu dengan Iran semakin intens. Houthi terus melancarkan serangan drone dan rudal ke wilayah Saudi, sementara Riyadh merespons dengan serangan udara.
Laporan ini menimbulkan kekhawatiran atas keamanan infrastruktur energi Saudi dan jalur pelayaran di sekitar Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Sekitar 10 hingga 15 persen perdagangan maritim global biasanya melewati wilayah tersebut.
Pakistan berperan sebagai mediator utama antara Iran dan AS untuk menghidupkan kembali negosiasi yang terhenti.
Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan
Kedua pihak telah menandatangani perjanjian damai sementara pada Juni 2026, dengan Islamabad sebagai penjamin. Namun, proses tersebut terganggu pada Juli setelah eskalasi militer dari kedua belah pihak.
Selat Hormuz, yang secara efektif tetap terblokir, menjadi titik kendala utama. Sekitar seperlima pasokan energi dunia melewati jalur air ini pada masa damai. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Macron Kecam Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap
















Mina Indonesia
Mina Arabic