Palestina Serukan Perlunya Konsolidasi Internasional Hadapi Penjajahan Israel

Ramallah, MINA – Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Riyad al-Maliki Senin (13/3) malam menekankan perlunya mengkonsolidasikan upaya internasional untuk menghadapi penjajahan-kolonialisme Zionis Israel.

Dikutip dari Wafa, Selasa, (14/3) berbicara selama konferensi pers bersama perwakilan Italia Antonio Tajani di Ramallah, al-Maliki menggarisbawahi perlunya mengambil langkah-langkah praktis untuk menghadapi rezim penjajah-kolonialisme Israel, apartheid dan pendudukan militer terhadap penduduk asli Palestina dan membawa kejahatan yang dilakukan oleh pemerintahan fasis Israel ini agar segera berakhir.

Al-Maliki mengomentari platform konsensus pendudukan Israel yang menganjurkan kejahatan terhadap rakyat dan kepemimpinan Palestina, termasuk pembunuhan di luar proses hukum, perluasan pemukiman ilegal kolonial, upaya untuk mengubah status quo bersejarah di Yerusalem, penahanan sewenang-wenang di samping kebijakan rasis lainnya, termasuk melawan warga Palestina di penjara Israel.

Platform konsensus semacam itu, tambah al-Maliki, diterjemahkan ke dalam tindakan di lapangan setiap harinya, termasuk yang diwujudkan dalam pembunuhan 84 warga Palestina, termasuk 15 anak-anak, sejak awal 2023, sembari menegaskan kembali bahwa kebijakan yang ditempuh oleh pendudukan koalisi Israel hanya akan menyebabkan semakin memburuknya situasi di wilayah Palestina yang diduduki, khususnya di Yerusalem.

Dia menambahkan, tidak dapat diterima bagi aktor internasional mana pun untuk mengklaim bahwa mereka dikejutkan oleh situasi yang memburuk atau oleh kejahatan apa pun yang dilakukan Israel dan bahwa menyuarakan keprihatinan internasional atas kejahatan semacam itu tidak cukup untuk menghalangi otoritas pendudukan untuk melanjutkan kejahatan seperti itu.

Menyoroti hubungan Palestina-Italia, diplomat tinggi Palestina mengatakan, Palestina memiliki hubungan bilateral yang kuat dengan Italia dan upaya sedang dilakukan untuk lebih memperkuat hubungan ini melalui pertemuan Komite Menteri Gabungan Palestina-Italia dan mengadakan pertemuan konsultasi antara kementerian luar negeri kedua negara.

Dia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Italia atas dukungannya yang berkelanjutan kepada rakyat Palestina, termasuk kontribusi kepada badan PBB yang bertanggung jawab atas pengungsi Palestina (UNRWA) dan dukungan diplomatik di forum internasional.

Dia juga berterima kasih kepada Italia atas posisinya dalam mendukung solusi dua negara dan menolak pelanggaran pendudukan Israel serta mendesak pendudukan Israel untuk menghentikan terorismenya terhadap warga Palestina.

Dia meminta Italia untuk mempertimbangkan kembali pemungutan suara di Majelis Umum PBB (UNGA), komite khusus PBB dan organisasi internasional lainnya yang mendukung Negara Palestina dan hak-hak nasional rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut.

Tajani menekankan posisi teguh negaranya dalam mendukung solusi dua negara dan menolak pembangunan pemukiman ilegal kolonial Israel serta komitmennya untuk konsolidasi institusi Palestina, termasuk pembangunan kapasitas polisi dan pelatihan diplomat. (T/B03/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)