Pameran Koin Langka di Abu Dhabi Paparkan Toleransi Sejarah Islam

Abu Dhabi, MINA – The Coins of Islam – History Revealed merupakan sebuah pameran yang diresmikan pekan lalu menyuguhkan salah satu koleksi sejarah paling berharga yang dipajang untuk pengunjung di Pusat Mashid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Kurator serta penyelenggara pameran tersebut adalah Numismatica Genevensis SA yang berasal dari Swiss. Dr Alain Baron selaku pendiri, mengatakan, butuh waktu hampir 10 tahun untuk mengumpulkan koin dari berbagai belahan dunia yang merupakan idenya dalam mengumpulkan koin terbaik dari setiap peradaban, Khaleej Times melaporkan pada Sabtu (15/2).

Dr Alain Baron telah menyatukan lebih dari 300 koin langka dan berharga yang berasal dari zaman Alexander, melacak kemunculan kerajaan Islam dari masa setelah Nabi Muhammad SAW hingga munculnya kekhalifahan di Suriah dan selanjutnya menyebar ke seluruh Afrika Utara serta ke Andalus. Ini menunjukkan hubungan antara semua peradaban.

Dalam sebuah pernyataannya Alain Baron menjelaskan bahwa koin adalah bidang seni yang sangat kuat dan hebat yang masih perlu diketahui lebih baik oleh khalayak luas.

“Kami menyadari bahwa menciptakan narasi antara Islam dan seluruh dunia adalah pesan yang sangat kuat dan tidak ada cara yang lebih baik untuk menggambarkan hal ini selain menyatukan koin-koin lama dan berharga untuk dilihat publik,” katanya.

“Itu adalah pekerjaan intensif untuk mengumpulkan beberapa koin terbaik di dunia (beberapa di antaranya berharga hingga $ 1 juta) karena melibatkan banyak perjalanan dan meyakinkan para kolektor bahwa koin akan masuk dalam koleksi yang tepat dan aman,” tambahnya.

“Tujuan utama saya sebagai seorang kolektor adalah murni tujuan pendidikan. Saya adalah orang yang sangat toleran, sangat terikat dengan pendidikan dan nilai-nilainya. Gagasan berbagi pengetahuan dengan orang lain telah meyakinkan saya untuk melakukan pengumpulan koin,” pungkasnya.

Menurut Baron, pameran ini sangat penting karena memberikan gambaran tentang toleransi dan pemahaman Islam serta menunjukkan sejarah agama Islam sejak penciptaannya.

“Citra toleransi ini menjembatani berbagai peradaban. Ini menunjukkan bahwa sejak penciptaan Islam, pemahaman antarpopulasi sangat bagus,” katanya

“Ada banyak komunitas di mana orang-orang Kristen, Yahudi dan Muslim hidup bersama tanpa masalah. Fakta bahwa Masjidil Haram mengadakan pameran yang memperlihatkan koin Kristen adalah simbol yang sangat kuat bahwa ada ruang di dunia untuk semua bentuk peradaban dan agama,” tambahnya.

Pameran yang berlangsung tiga bulan tersebut merupakan edukasi bagi masyarakat Islam guna menceritakan asal muasal koin di berbagai era Islam dan menyoroti interaksi budaya dan pertukaran antarbudaya yang akan berakhir hingga 28 April mendatang. (T/Mee/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)