Riyadh, MINA – Menteri Luar Negeri Arab Saudi yang baru ditunjuk, Pangeran Faisal bin Farhan, pada Selasa (10/12) menekankan bahwa “stabilitas Lebanon sangat penting bagi Arab Saudi.”
“Penting bagi rakyat dan sistem politik Lebanon untuk menemukan cara yang menjamin stabilitas dan kedaulatan,” kata Pangeran Faisal pada konferensi pers setelah pertemuan puncak ke-40 Dewan Kerjasama Teluk di Riyadh, demikian Nahar Net melaporkan.
Libanon telah dicengkeram oleh protes lintas sektarian sejak 17 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengecam kesalahan manajemen dan korupsi para pejabat.
Perdana Menteri Saad Hariri mundur kurang dari dua pekan dalam gerakan nasional, tetapi kelas politik yang terpecah sejak itu gagal mencapai kesepakatan tentang perdana menteri baru.
Baca Juga: Mesir akan Jadi Tuan Rumah KTT Arab tentang Rekonstruksi Gaza
Pembentukan kabinet dapat berlangsung selama berbulan-bulan di negara multiagama tersebut.
Lebanon sangat membutuhkan pemerintahan baru untuk membangun kembali kepercayaan dengan kedua kelompok pengunjuk rasa menuntut kabinet dari para ahli independen dan donor internasional dapat memberikan bantuan keuangan.
Perekonomian negara Mediterania itu berada dalam kejatuhan, bahkan ketika Lebanon berjuang dengan krisis likuiditas dolar. (T/RI-1/R01)
Baca Juga: Turki Renovasi Bandara Internasional Damaskus yang Rusak Imbas Perang Saudara
Mi’raj News Agency (MINA)