Panjang Pendeknya Umur Manusia

Oleh Bahron Ansori, jurnalis MINA

Siapa yang menginginkan berumur panjang? Secara naluri, setiap manusia tentu saja ingin berumur panjang. Tapi, tahukah kita orang yang berumur panjang tapi tidak menjalankan ketaatan kepada Allah Ta’ala sama artinya hidupnya sia-sia? Sebaliknya, walau seseorang itu berumur pendek, tapi dia ahli ilmu, ahli ibadah dan ahli beramal shalih, maka hakikatnya ia telah berumur panjang. Sebab hari-hari semasa hidupnya, detik demi detik, jam demi jam, bahkan tahun demi tahun umurnya selalu dimanfaatkan untuk mengabdi kepada Sang Khalik.

Umur seseorang ibarat hanya sesaat dibandingkan umur sebuah sekelompok generasi, bahkan dunia hanyalah kesenangan sementara. Allah berfirman,

إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ (٣٩)

“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal.” (QS. Ghofir: 39).

Rab kita telah mengabarkan kepada kita tentang sebentarnya manusia di kuburan mereka hingga hari kebangkitan mereka untuk dihisab. Waktu yang lama (di kuburan) seperti hanya sesaat saja. Allah berfirman,

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَنْ لَمْ يَلْبَثُوا إِلا سَاعَةً مِنَ النَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ

“Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan.” (QS. Yunus: 45).

Allah juga berfirman,

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ كَذَلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ

“Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; “Mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)”. seperti Demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran).” (QS. Ar-Ruum: 55).

Karenanya wahai manusia, umurmu hanyalah sesaat saja…, maka apa kerjaanmu mengisi sesaat ini?

Sungguh beruntung orang yang melakukan amalan-amalan sholeh dan menjauhi hal-hal yang haram, maka ia akan meraih keridhoan Allah di dalam kenikmatan surga. Dan celakalah orang yang mengikuti syahwatnya, meninggal-kan sholat dan kewajiban-kewajiban.

Wahai orang yang kesehatannya ia gunakan untuk melampaui batas dengan bermaksiat…, wahai orang yang waktu kosongnya telah merusaknya…, wahai orang yang terfitnah dengan hartanya hingga binasa…, wahai orang yang mengikuti hawa nafsunya sehingga ia terjatuh…, wahai orang yang tertipu dengan masa mudanya sehingga lupa bahwa ia akan tua dan mati…, wahai orang yang berani terhadap Rabnya karena merasa panjang umurnya dan tingginya angan-angan sehingga tiba-tiba disambar oleh kematian…maka kapan engkau bisa kembali ke dunia jika telah mati…??.

Dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda,

اُذْكُرُوا هَاذِمَ اللَّذَّاتِ

“Ingatlah penghancur keledzatan…”

Karena tidaklah ia mengingat kematian dalam sesuatu yang banyak kecuali akan menjadikan yang banyak tersebut menjadi sedikit, dan tidaklah disebutkan pada yang sedikit kecuali menjadikannya terasa banyak.

Tidakkah sekarang saatnya engkau bertaubat dan kembali kepada Rabmu?

Kapan lagi engkau baru terbangun dari kelalaian ini yang menguasaimu, lalu engkau memenuhi panggilan Rabmu?

Tidakkah engkau mengambil pelajaran dari orang-orang yang telah berlalu…? Dari negeri-negeri yang telah kosong (dihancurkan)…? Dulu mereka ada sekarang hanya tinggal bekasnya…, dahulu mereka jaya sekarang hanya tinggal cerita…??

Sesungguhnya datang dan perginya tahun merupakan pelajaran….hari telah engkau tinggalkan di belakangmu dan hari baru yang kau jumpai di hadapanmu, hingga tiba ajalmu dan terputuslah harapan. Allah berfirman,

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى(٣٩) وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى(٤٠) ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الأوْفَى(٤١) وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى(٤٢)

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi Balasan kepadanya dengan Balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhamulah kesudahan (segala sesuatu).” (QS An-Najm : 39-42).

Maka beramalah untuk hari akhiratmu yang kekal yang tidak akan sirna kenikamatannya selamanya.

Allah berfirman,

ادْخُلُوهَا بِسَلامٍ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ (٣٤) لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ (٣٥)

“Masukilah syurga itu dengan aman, Itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.” (QS Qa: 34-35).

Jagalah diri kalian dari neraka jahanam yang tidak pernah lelah untuk membakar penghuninya, dengan menjalankan perintah Allah yang ditekankan, dengan menjauhi kemurkaan-Nya. Allah berfirman,

فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ(١٩) يُصْهَرُ بِهِ مَا فِي بُطُونِهِمْ وَالْجُلُودُ(٢٠) وَلَهُمْ مَقَامِعُ مِنْ حَدِيدٍ(٢١) كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا  مِنْهَا  مِنْ

غَمٍّ أُعِيدُوا فِيهَا وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ (٢٢)

“Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka), dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (kepada mereka dikatakan), “Rasailah azab yang membakar ini.” (QS. Al-Hajj: 19-22).

Dalam surat lain Allah berfirman,

وَقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (٢٢٣)

“Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah : 223).

Semoga Allah memberkahi dan memberikan kita umur yang panjang dalam ketaatan kepada-Nya, wallahua’lam.(RS3/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)