Al-Quds, MINA – Pasukan Pendudukan Israel menangkap Imam Masjid Al-Aqsa Syaikh Ikrimah Shabri (84), usai shalat Jumat (2/8), di rumahnya, di lingkungan Al-Sowanah di Kota Al-Quds (Yerusalem).
Penangkapan tersebut menyusul tuduhan dari otoritas Penjajah Israel bahwa khutbah Jumat Syaikh Shabri berisi penghormatan untuk Ismail Haniyeh, yang dianggapnya bersifat menghasut. Roya News melaporkan.
Polisi Israel menyatakan, mereka sedang menyelidiki apakah khutbah Syaikh Shabri merupakan “hasutan” atau bukan. Imam Masjid Al-Aqsa tersebut kini sedang diinterogasi.
Menurut sumber lainnya, Syaikh Shabri mengatakan dalam khutbah Jumatnya bahwa “warga Yerusalem berdoa kepada Allah agar memberikan kemuliaan bagi Ismail Haniyeh sebagai salah satu syuhada. Kami memohon agar almarhum menerima rahmat Allah dan diterima di surga-Nya.”
Baca Juga: Tentara Israel Mundur dari Kota Lebanon Selatan
Selain itu, otoritas Israel juga melaporkan penangkapan seorang jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsa karena diduga membuat pernyataan yang menghasut usai shalat Jumat.
Sumber-sumber media berbahasa Ibrani mengungkapkan, Menteri Dalam Negeri Israel menyerukan pencabutan status kependudukan “warga Yerusalem” bagi Syaikh Sabri.
Menanggapi seruan Menteri tersebut, sejumlah pemukim ilegal Israel menyebarkan seruan untuk menyerang rumah Syaikh Shabri di Yerusalem, dengan memberikan titik koordinat lokasi rumahnya, melalui media sosial. []
Baca Juga: PBB Adopsi Resolusi Dukung UNRWA dan Gencatan Senjata di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)