Jakarta, MINA – PBB melaporkan, banyak dari misi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dihalangi, dihambat, atau ditunda oleh penjajah Israel dalam sepekan terakhir.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric, mengutip data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Jumat (29/8) menyatakan, penundaan dan hambatan pergerakan kemanusiaan di Gaza terus berlanjut, dengan pergerakan yang telah disetujui otoritas Israel masih membutuhkan waktu berjam-jam untuk diselesaikan.
“Tim terpaksa menunggu di jalanan yang seringkali berbahaya, macet, atau tidak dapat dilintasi,” tambahnya.
Dari 89 upaya koordinasi pergerakan dengan otoritas Israel di seluruh Gaza antara Rabu dan Selasa lalu, hanya 59 persen yang difasilitasi. Sebanyak 26 persen awalnya disetujui tetapi kemudian dihambat di lapangan, 8 persen ditolak langsung, dan 7 persen harus ditarik kembali oleh penyelenggara.
Baca Juga: Serangan Israel Semakin Brutal, Kota Gaza Dinyatakan sebagai Zona Tempur
Dujarric juga menyatakan kekhawatiran mendalam atas risiko serangan Israel yang mengancam bagian lain Kota Gaza, menekankan bahwa dampak ofensif penuh akan lebih dari katastropik bagi seluruh Gaza.
Sejak 14 Agustus, sekitar 20.000 warga telah mengungsi dari utara ke selatan Gaza, dengan total perpindahan dari Kota Gaza mencapai 60.000 orang. Ratusan ribu keluarga terus hidup dalam kondisi overcrowded, tidak layak, dan tidak aman di lokasi pengungsian. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: UNRWA: Serangan Israel Paksa Warga Gaza Mengungsi Lagi