PBNU Ajak Qunut Nazilah dan Istighosah Doakan Warga Terdampak Bencana

Jakarta, MINA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak warga Nahdliyin untuk melakukan qunut nazilah sebagai bentuk mendoakan warga Lombok, Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah yang mengalami musibah bencana gempa dan tsunami.

Ajakan itu disampaikan melalui surat resmi yang ditanda tangani langsung oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Selasa (2/10).

Selain itu  PBNU juga menyerukan kepada umat Muslim untuk beristighosah dan bermunajat kepada Allah bersama-sama setelah Sholat Isya’ baik yang berada di masjid, mushola, pondok pesantren, majelis ta’lim dan tempat lainnya.

PBNU berharap warga Lombok dan Sulawesi yang terdampak bencana selalu diberi kekuatan dan ketabahan serta kembali bangkit.

Sementara itu, warga NU Peduli Sulteng sudah terjun ke daerah terdampak bencana dengan ikut melakukan proses evakuasi.

Wakil Sekjen PBNU, H Andi Najmi mengatakan, bencana alam merupakan musibah dan jika terjadi di mana pun, NU ikut merasakan apa yang dirasakan oleh warga terdampak.

“Demikian juga musibah gempa bumi di Sulawesi Tengah. Karena itu secara refleks, NU merespons dan segera melakukan penanganan melalui NU Peduli Sulteng,” kata Andi usai rapat koordinasi NU Peduli Sulteng di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat, Selasa (2/10) sore. Dikutib dari NU Online.

 Selain itu, hal lain yang di lakukan oleh NU Peduli adalah melakukan asesmen terhadap infrastruktur dan kebutuhan warga terdampak. Dalam penanganan tersebut yang menjadi prioritas adalah mengutamakan sumber daya manusianya.

Hal tersebut, di samping dapat memberdayakan relawan lokal, juga untuk memberikan kesadaran dan mental bahwa warga setempat tidak boleh terlalu lama berlarut-larut dalam duka akibat gempa yang dihadapi, akan tetapi  terpacu untuk cepat kembali bangkit. (R/Sj/P1)

M’raj News Agency (MINA)