PBNU GELAR INTERNATIONAL ISLAMIC CULTURAL EXPO OKTOBER

NUJakarta, 17 Dzulqa’dah 1436/1 September 2015 (MINA) – Dalam rangka menyebarkan Islam rahmatan lil alamiin pada 13 Oktober mendatang, PBNU menggelar kegiatan International Islamic Cultural Expo 2015 di Jakarta.

Pameran tersebut mengusung dua tema besar yang meliputi “Meneguhkan Sistem Ekonomi Keuangan Islam untuk Dunia” dan “Gerakan Radikal Terorisme Mencederai Islam Rahmatan lil Alamiin”.

Ketua panitia International Islamic Cultural Expo 2015, Mansyur Ramly mengatakan, acara ini merupakan respon terhadap isi pidato Presiden RI, Joko Widodo dalam pembukaan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 pada April lalu tentang pentingnya membangun tatanan ekonomi baru dan upaya untuk menghentikan tindak kekerasan aksi radikal dan terorisme.

Presiden berpendapat upaya tersebut tidak dapat dilakukan oleh lembaga ekonomi yang sudah mapan seperti IMF, Bank Dunia, dan ADB namun perlu dilakukan reformasi arsitektur keuangan global untuk menghilangkah dominasi sekelompok negara terhadap negara lain. demikian dilansir DMI, Selasa (1/9).

“Ini merupakan upaya untuk memberikan pemahaman yang benar dan lurus tentang makna jihad, mempersempat ruang gerak terorisme, mencegah kelompok radikal agar tidak menjadi organisasi teroris, serta menggalang kerjasama dan membangun satu sistem untuk membuat kawasan bebas terorisme,” kata Mansyur Ramly.

Mengenai sehubungan tema “Meneguhkan Sistem Ekonomi Keuangan Islam untuk Dunia” ini dimaksudkan untuk memasyarakatkan sistem ekonomi keuangan Islam, memperkuat ekonomi keuangan syariah sebagai solusi alternatif dari sistem ekonomi konvensional yang dianggap gagal.

Dan juga mendorong negara-negara Islam untuk mempraktekkan sistem ekonomi keuangan Islam, dan menjadikan ekonomi keuangan Islam sebagai kekuatan utama dan kerjasama negara-negara Islam.

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, seminar internasional dan ekspo budaya Islam ini dimaksudkan untuk mengingat kembali kejayaan Islam di masa lampau.

Umat Islam perlu belajar dari sejarah untuk melakukan inovasi dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman menuju terwujudnya peradaban manusia yang tinggi dan luhur.

“Islam bukan hanya teologi ibadah atau ritual saja. Islam adala dinul tsaqofah wa hadarah wal insaniyah. Islam adalah agama yang membangun peradaban dan kemanusiaan,” kata kyai Said.

Akan hadir sebagai pembicara diantaranya Kepala Bappenas Dr Sofyan Jalil, Dr H As’ad Said Ali, Prof Dr Akhmad Muzakki pakar studi terorisme, KH Mustofa Bisri, Muliaman D Hadad ( dari OJK), Dr Abdul Jalil, dan Komjen Pol Saud Usman SH MH. Dari luar negeri akan hadir Karen Amstrong (penulis buku A History of God, Direktur Syaria Academy, UII Islamabad, Prof Dr M Tahir Mansoori, wakil direktur IMF, Min Zhu dan Laurent Booth dan muallaf, wartawati BBC. (T/P002/R03)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0