Pegawai BPJPH Ikuti Pelatihan Proses Sertifikasi di Manila

Manila, MINA – Dua pegawai Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Umi Nuraeni dan Iis Afrianti mengikuti pelatihan proses sertifikasi dan skema Lembaga Sertifikasi yang diselenggarakan Pacific Accreditation Coorperation (PAC) di Manila, Filipina selama 15 – 17 November 2018.

PAC adalah asosiasi lembaga akreditasi negara yang bertujuan untuk memfasilitasi hubungan perdagangan antar negara anggota di kawasan Pasifik.

Pelatihan diikuti peserta dari 27 negara anggota PAC, termasuk Indonesia. Keanggotaan Indonesia dalam PAC diwakili oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Keikutsertaan BPJPH dalam pelatihan ini karena BPJPH adalah lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan memberikan sertifikat. demikian keterangan pers Kemang.

“BPJPH sebagai lembaga penerbit sertifikat untuk produk halal, perlu menerapkan standar bahwa suatu produk telah memenuhi standar. Kegiatan penetapan kesesuaian dengan standar tersebut dilakukan melalui sistem penilaian kesesuaian,” kata Umi Nuraeni Kepala Subid Standardisasi Produk Kemasan di Jakarta, Senin (19/11).

“BPJPH sebagai pihak ketiga yang menyatakan kesesuaian produk dengan standar halal dimaksud harus memiliki kompetensi untuk melakukan sertifikasi produk dengan menerapkan SNI ISO/IEC 17065:2012 yaitu berupa penilaian Kesesuaian untuk Persyaratan Akreditasi Lembaga Sertifikasi Produk, Barang dan Jasa dan SNI ISO/IEC,” tambahnya.

Menurutnya, acara ini berisi pemaparan teknis akreditasi pada lembaga yang menerbitkan sertifikasi proses, sesuai dengan ISO/IEC 17065-2012 untuk penilaian kesesuaian tentang persyaratan untuk lembaga yang menerbitkan sertifikasi produk, proses, dan layanan.

Kompetensi yang diberikan adalah pengetahuan tentang penerapan ISO/IEC TR 17032 mengenai penilaian kesesuaian tentang pedoman dan contoh skema sertifikasi proses yang saat ini sedang dikembangkan ISO/CASCO WG52.

“Pelatihan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi peserta, utamanya tim BPJPH, mengenai Akreditasi Proses Sertifikat dan Skema Lembaga Sertifikasi,” harapnya.

Pelatihan menghadirkan pembicara Direktur Pelayanan Akreditasi Negara-negara Teluk (GAC) Brahim Houla dan David Crucefix perwakilan dari PAC. Brahim Houla adalah manajer layanan akreditasi GCC (GAC) yang bertugas mengawasi penerapan prosedur dan kebijakan akreditasi.

Brahim juga lead assessor di ISO/IEC 17020, ISO / IEC 17021 dan ISO 22003, 17025, 17065 dan sertifikasi halal (GSO 2055-2). Brahim alumnus Universitas Nasional Teknik Tunisia, juga Ketua komite capacity building PAC, juga komite MRA forum akreditasi halal internasional (IHAF).

Sedangkan David Crucefix adalah perwakilan dari IOAS, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk mendukung standar dan sistem pelabelan organik dan ekologis dengan manfaat akhir bagi mata pencaharian masyarakat dan lingkungan.

David berpengalaman mengakreditasi lembaga sertifikasi untuk memastikan mereka melakukan pekerjaannya dengan tidak memihak, integritas dan transparansi terhadap norma-norma internasional. David memperoleh Ph.D di Plant Pathology dari University of London.

PAC saat ini, memiliki 34 peserta yaitu lembaga akreditasi dari kawasan Asia Pasifik. Selain 34 anggota tersebut, PAC juga memiliki 4 anggota asosiasi, satu anggota pengamat dan satu anggota koresponden.

Dikutip dari laman apec-pac.org, asosiasi PAC ini salah satu tujuannya untuk memastikan bahwa semua negara anggota telah melaksanakan proses akreditasi sesuai dengan standar dunia. Selain itu asosiasi ini juga mendorong dan mendukung pengembangan badan akreditasi dalam ekonomi. (R/R03/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)