Pejabat MUI: Pokemon Rusak Masa Depan Anak

Jakarta, 15 Syawwal 1437 | 20 Juli 2016 (MINA) – Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, Wakil Sekretatis Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ketua Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia, (DMI) mengatakan, bahwa permainan Pokemon Go yang sedang marak di Indonesia bisa merusak masa depan anak.

“Permainan Pokemon  dapat merusak sendi-sendi kenyamanan masyarakat dan keluarga, seperti menghabiskan waktu secara tidak produktif, sehingga mengancam masa depan anak-anak muda,” ujar Natsir pada situs resmi DMI.

Menurutnya, meskipun Pokemon belum resmi diluncurkan di Indonesia, namun sudah banyak yang memainkannya, dari anak-anak, hingga dewasa, tak ketinggalan untuk berburu pokemon.

Natsir menambahkan, salah satu dampak buruk Pokemon adalah, anak-anak dapat terjebak pada alam khayal sehingga mematikan kreativitas, intelektual, dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga:  Angin Puting Beliung Terjang Deli Serdang, Dua Meninggal

“Sebagai bangsa yang harus membangun karakter dan kepribadian, apalagi sebagai negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, maka menjadi kewajiban pemerintah untuk melindungi rakyat dan seluruh komponen bangsa dari unsur-unsur yang merusak,” katanya.

Menurutnya, Pokemon Go dilihat dari keamanan sebuah negara, secara sengaja atau tidak sengaja telah melakukan close-up (pendalaman) dan pemetaan (mapping) terhadap wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Lebih berbahaya lagi jika nanti mengarah ke obyek-obyek vital negara yang harus dilindungi,” tegas Natsir.

Pokemon Go dirilis pada 6 Juli 2016 lalu, dan kini sudah resmi bisa dimainkan di 26 negara seluruh dunia. Dengan menerapkan realitas tertambah (augmented reality) berbasis telepon pintar, para pemain yang disebut trainer, akan berlomba mencari pokemon terkuat, dan masuk tim.

Baca Juga:  Muhammadiyah-BPKH Atasi Stunting Lewat Daging Kurban

Di dalam game tersebut juga terdapat gym, atau tempat untuk bertarung pokemon dan gym tersebut bisa diperebutkan. (T/M09/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: habibi

Editor: Ali Farkhan Tsani