Pelatihan 40 Mubaligoh di Lapas Wanita Tangerang

Banten, MINA – Melalui program Bina Santri Lapas (BSL), Dompet Dhuafa (DD) yang menggelorakan ‘jangan takut berbagi‘  bekerja sama dengan Lapas Kls. II A Wanita Dewasa Tangerang mengadakan Pelatihan kader mubaligoh bagi 40 warga binaan pilihan (WBP), Kamis (23/5).

Kepala Lapas Herlin Candrawati menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan mulai dari 13 sampai 27 Mei 2019 bertempat di Masjid An-Nisa Lapas Kls. II A Tangerang, Banten, demikian rilis Dompet Dhuafa yang diterima MINA.

Herlin mengatakan, melaksanakan aktifitas dakwah bukan hanya menjadi tugas seorang dai, tetapi setiap muslim dituntun untuk menyebarkan kebaikan dan mengajak seseorang untuk menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

“Saya berikan Apresiasi yang tinggi kepada DD atas terselenggaranya kegiatan Pelatihan Mubalighoh di LPP Kelas IIA Tangerang ini,” katanya.

“Melihat antusiasme para Warga Bina Pilihan (WBP) yang menjadi peserta pelatihan ini, menunjukkan bahwa hal ini sangat dinanti mereka sebagai ilmu tambahan yg akan dibawa pulang sekembalinya berkumpul dengna keluarga dan masyarakat. Berdakwah pada diri sendiri dan dilanjutkan ke dalam lingkup keluarga serta masyarakat luas membutuhkan trik dan tips tersendiri mengingat WBP pernah mempunyai kisah yg cukup dramatis sehingga harus bermukim sementara di lapas,” ujarnya.

Pelatihan ini dilakukan  para praktisi dakwah yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, ESQ dan Forum Komunikasi Asatidzah Kota Tangerang sebagai pemateri.

Ia melaporkan, para peserta yang berjumlah 40 orang akan digembleng selama 3 minggu, selama bulan Ramadhan serta mendapatkan wawasan materi seputar dunia dakwah yang bersifat klasik dan kekinian, sebagai pembekalan mereka saat nanti mereka terjun langsung di masyarakat sebagai mubaliqoh.

Pelatihan ini juga bermanfaat untuk mengentaskan stigma negatif masyarakat terhadap institusi dan warga binaan itu sendiri.

Serta menjadi bukti keberhasilan pembinaan yg merupakan hasil kerja sama dengan Dompet Dhuafa.

Program BSL, DD memberikan pencerahaan keagamaan bagi warga binaan di Lapas dan Rutan, agar kelak pada saat keluar dari Lapas, warga binaan dapat hidup lebih baik dan diterima di masyarakat, serta membawa perubahan yang berarti dalam hidupnya.

Seorang peserta pelatihan yang merupakan Warga Binaan asal Banten,  Eka Puspita Dewi 32 tahun.  mengatakan pelatihan sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan untuk bekal nanti berdakwah di masyarakat sekitar tempat tinggalnya. (R/Gun/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)