Pembina UAR Jabodetabek-Banten Kunjungi Posko Pencarian Sriwijaya J-182

Tanjung Priok, MINA – Pembina Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korwil Jabodetabek Banten Sakuri dan Wawan Amiruddin, Ahad (17/1) mengunjungi Posko UAR di Posko Induk BASARNAS JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Posko JICT 2 merupakan posko utama pencarian pesawat Sriwijaya AirJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1) lalu.

Sakuri berpesan kepada para relawan untuk tetap menjaga niat dalam melaksanakan amanah ini yakni tetap berharap pahala dan ridho Allah Subhanahu wa ta’ala semata.

Sementara itu Wawan turut berpesan untuk para mujahid relawan dari Jama’ah Muslimin (Hizbullah) atau di bawah koordinasi ukhuwah Al-Fatah Rescue wilayah Jabodetabek Banten di bawah kepemimpinan H. Endang Sudrajat.

“Kami berpesan supaya tim UAR yang ada di lokasi evakuasi bencana pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh pada 9 Januari lalu agar Istiqomah sampai dengan masa operasi selesai,” ucapnya.

Wawan mengimbau, agar selalu menuntaskan dengan hal yang baik yaitu dengan mencoba melakukan kebersihan lingkungan setelah kondisi di lapangan dinyatakan selesai.

Sebelumnya, Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur yang didamping oleh Ketua Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Pusat H. Bustamin Utje mengunjungi posko dan para relawan UAR pada Rabu (13/1).

Kekuatan personil ada 11 personil dari Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korwil Jabodetabek Banten. Tim SAR gabungan berjumlah 4.132 orang terdiri dari 795 Basarnas dan 3.337 potensi SAR, Kekuatan Alut: 54 Kapal, 18 RIB (Speed Boat), 13 pesawat dan 30 Ambulance.

Ukhuwah Al-Fatah Rescue memiliki 19 cabang di wilayah Indonesia. UAR adalah sebuah organisasi swadaya masyarakat yang berpusat di Cileungsi, Bogor.

Didirikan pada 2004 ketika bencana tsunami terjadi di Provinsi Aceh, oleh mendiang pemimpin wadah persatuan umat, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) H. Muhyiddin Hamidy.

UAR sudah terjun ke berbagai tempat bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri, seperti tsunami Aceh, tsunami Pangandaran, Gunung Merapi Yogyakarta, Gempa Nepal, Gaza Palestina dan lain-lain. (L/R8/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)