SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dunia Dinilai Gagal Selesaikan Masalah Palestina, Aktivis: Ketika Diplomasi Lumpuh, Rakyat Bertindak

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - 10 jam yang lalu

10 jam yang lalu

4 Views

Steering Committee GSF 2026 Maimon Herawati saat berada di salah satu kapal Global Sumud Flotilla yang sedang berlabuh di pelabuhan Port de Vell, Barcelona, Spanyol. [Foto: GPCI/MINA]

Barcelona, MINA — Pemerintah negara-negara di dunia dinilai gagal menyelesaikan masalah Palestina, khususnya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, sehingga mendorong masyarakat sipil dunia untuk bertindak melalui aksi nyata seperti Global Sumud Flotilla (GSF).

Aktivis Indonesia sekaligus Steering Committee GSF 2026 Maimon Herawati menegaskan, kegagalan pemerintah global menjadi alasan utama rakyat dunia turun langsung membantu Palestina.

“Kita datang jauh dari Indonesia ke Barcelona dan akan berlayar ke Gaza. Alasan melakukan ini karena pemerintah dunia telah gagal,” ujarnya dalam konferensi pers di pelabuhan Port de Vell, Barcelona, Spanyol, Ahad (12/4).

“Ketika diplomasi lumpuh, maka rakyatlah yang harus bertindak,” lanjutnya

Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz

Ia menyatakan, sikap diam negara-negara dunia terhadap penderitaan rakyat Palestina menunjukkan adanya kepentingan politik yang lebih diutamakan dibanding nilai kemanusiaan.

“Mereka yang bungkam atas keadilan berarti mereka terlibat. Mereka memiliki kepentingan sendiri di atas kemanusiaan, mereka menormalisasi penderitaan, membenarkan pengepungan, dan membiarkan Gaza hancur,” katanya.

Pelayaran Global Sumud Flotilla dari Barcelona menuju Jalur Gaza disebut sebagai bentuk solidaritas rakyat dunia terhadap Palestina di tengah kebuntuan diplomasi internasional.

Menurut Maimon, aksi ini juga menjadi pesan bahwa masyarakat sipil memiliki peran penting ketika negara gagal bertindak.

Baca Juga: Mantan Kepala CIA: Trump Harus Dicopot dari Jabatannya

Aktivis tersebut juga menyoroti peran Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dinilai belum mampu menghadirkan keadilan bagi Palestina.

Ia menilai sistem internasional, termasuk mekanisme veto, justru menjadi penghambat penyelesaian konflik.

“PBB seharusnya memiliki kekuasaan penuh di hadapan pemerintahan. Namun mereka menolak mengakui bahwa sistem veto justru menghambat keadilan,” tegas Direktur SMART 171 itu.

“Ketika diplomasi lumpuh, maka rakyatlah yang harus bertindak,” ujarny

Baca Juga: Inggris Tolak Bergabung dengan AS untuk Blokade Selat Hormuz, Pilih Jalur Diplomasi

Global Sumud Flotilla yang berangkat dari Barcelona menuju Jalur Gaza melibatkan ratusan kapal dan sekitar 1.000 partisipan dari berbagai negara.

Misi ini bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus memperkuat solidaritas internasional bagi rakyat Palestina.

30 kapal Global Sumud Flotilla dilaporkan telah berlayar dari Barcelona menuju Gaza pada 12 April.

Tiga kapal Indonesia turut menjadi bagian dari armada kemanusiaan itu.

Baca Juga: Iran Galang Dukungan Rusia Hadapi Blokade Hormuz

Sementara itu, dua aktivis Indonesia yang ikut berlayar ialah Maimon Herawati dan influencer Chiki Fawzi.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Gagal Capai Kesepakatan di Pakistan, AS Umumkan Blokade Pelabuhan Iran di Selat Hormuz

Rekomendasi untuk Anda