Yangon, MINA – Pemerintah dan militer Myanmar memaksa warga Yangon untuk melakukan aksi demonstrasi untuk mendukung delegasi dewan militer dan menentang kasus yang diajukan oleh Gambia di hadapan Mahkamah Internasional (ICJ) pada 27 Januari mendatang.
Dilansir dari surat kabar The Irrawaddy pada Ahad (25/1), warga mengatakan bahwa pejabat setempat di beberapa bagian Yangon, termasuk Distrik Ahlone, memerintahkan setiap rumah tangga untuk mengirim setidaknya satu orang, dan memperingatkan bahwa siapa pun yang menolak berpartisipasi dapat menghadapi tindakan hukum atau pencabutan layanan pendaftaran rumah tangga. Kepala rumah tangga juga diminta untuk menandatangani surat jaminan tertulis.
Baru-baru ini, Mahkamah Internasional di Den Haag mulai mendengarkan kasus bersejarah yang diajukan oleh Gambia terhadap Myanmar, di mana Gambia menuduh kepemimpinan negara itu berupaya secara sengaja memusnahkan etnis Rohingya selama penindakan yang dilakukan oleh tentara Myanmar pada tahun 2017.
Saat ini, Gambia telah menerima dukungan dalam upayanya menegakkan keadilan dari 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), selain 11 negara lainnya, termasuk Inggris Raya, Prancis dan Jerman. []
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic