Pemilihan Umum Awal Israel di Luar Negeri Rendah Partisipasi

Itzak Gerberg, Duta Besar Israel untuk Selandia Baru, menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara awal pada Kamis, 5 September 2019, di Wellington, Selandia Baru. (Foto: Kementerian Luar Negeri Israel)

Yerusalem, MINA – Pemungutan suara awal dalam pemilihan umum Israel 17 September untuk para diplomat dan utusan Israel di seluruh dunia berakhir Jumat pagi (6/9). Jumlah pemilih yang berpartisipasi relatif rendah dibandingkan dengan pemungutan suara nasional sebelumnya di bulan April.

Secara total, 3.525 dari 5.086 orang berhak memilih surat suara di 96 misi diplomatik di seluruh dunia, menurut pernyataan Komite Pemilihan Pusat Israel.

Jumlah itu membuat pemilih hanya 69 persen, turun 7% dari 76% di bulan April, demikian Times of Israel melaporkan.

Penurunan partisipasi dalam pemungutan suara bisa menjadi pertanda tren dalam pemungutan suara nasional di Israel pada 17 September. Tingkat partisipasi yang rendah dalam pemilihan kedua tahun ini bisa menjadi faktor penentu dalam hasil pemilu.

Sementara sebagian besar dari 6,3 juta pemilih Israel yang memenuhi syarat harus menunggu hingga 17 September sebelum mereka dapat memberikan suara mereka.

Warga Israel yang ditempatkan di kedutaan dan konsulat memberikan suaranya pada Kamis (5/9). Pemilihan dimulai di Selandia Baru lalu ke barat dan berakhir di San Francisco.

Kotak suara sudah dikirim ke Knesset, tempat kertas suara akan dihitung bersama dengan surat suara pemilu 17 September.

Menurut hukum Israel, warga negara yang tinggal di luar negeri tidak dapat memilih kecuali mereka datang ke Israel. Tetapi pengecualian yang dibuat untuk diplomat juga berlaku untuk utusan yang dikirim ke luar negeri oleh Badan Yahudi, KKL-JNF, Keren Hayesod dan Organisasi Zionis Dunia. Selain itu, pasangan dan anak-anak mereka (berusia 18-20) juga dapat memberikan suara di luar negeri. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)