Penasihat Presiden Palestina Ucapkan Selamat Kepada Rashida Tlaib

Ramallah, MINA – Nabil Shaath, Penasihat Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk urusan internasional dan luar negeri, mengucapkan selamat kepada Rashida Tlaib, orang Palestina-Amerika pertama yang memenangkan kursi di Kongres (Dewan Perwakilan Rakyat) Amerika Serikat.

Tlaib dari Partai Demokrat memenangkan kursi Kongres untuk Distrik  ke-13 Michigan pada pemilu yang diadakan di Amerika Serikat pada hari Selasa (6/11), di tengah maraknya kampanye-kampanye tidak suka pada Islam di negara itu.

Shaath mengirimkan Tlaib ucapan selamat dan mengatakan bahwa semua orang Palestina bangga akan kemenangannya yang memang layak, demikian Wafa melaporkan, Rabu (7/11).

“Kemenangan Anda telah membawa kegembiraan dan kesenangan tidak hanya bagi daerah terpilihnya Anda di Michigan atau para pendukung Partai Demokrat, tetapi juga bagi ratusan juta orang di seluruh dunia yang melihat kesuksesan Anda sebagai kemenangan atas nilai-nilai yang Anda pegang, nilai-nilai keadilan, integritas dan kesetaraan. Hal itu merupakan kemenangan bagi perempuan pekerja keras seorang imigran,” kata Shaath saat mengucapkan selamat pada Tlaib.

“Putra dan putri generasi mendatang yang akan melihat kesuksesan Anda sebagai insentif bagi mereka untuk bekerja demi masa depan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri dan komunitas mereka,” imbuhnya.

Menurutnya, orang-orang Palestina di Palestina atau pun di seluruh dunia bangga dengan kesuksesan yang diraih Rashida Tlaib.

“Mereka yakin bahwa kemenangan Tlaib itu sendiri mewakili pesan yang kuat ke seluruh dunia bahwa semua orang berhak mendapatkan kebebasan dan keadilan. Kekuatan cinta damai dan semua orang yang percaya pada keadilan, kebebasan serta martabat telah menang. Ia dapat menyuarakan dengan berani dan kuat di Kongres itu,”

Pejabat Palestina itu juga mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat, konstituen (pemilih) yang telah memilih Tlaib .

“Kami berharap dan yakin bahwa kinerja Anda di Kongres akan  mendorong masyarakat Amerika untuk memilih lebih banyak wanita muda yang berani, jujur ​​dan efisien,” ujarnya.

Tlaib (42), adalah anak tertua dari 14 bersaudara. Ayahnya lahir di Beit Hanina, sebuah lingkungan di Yerusalem Timur yang diduduki, dan ibunya lahir di Beit Ur El Foka, sebelah utara kota Ramallah, Tepi Barat. Orang tuanya menetap di Detroit, Michigan, setelah berimigrasi ke Amerika Serikat. (T/ais/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)