PENULIS: PERLU KEMBANGKAN HUKUM KEKEKALAN ENTREPRENEUR

Muhamad Asad, Penulis Buku Best Seller Notes from Qatar, pada Seminar Entrepeneur Islamic Science Forum VII di IPB Bogor, Sabtu (29/9/2014). (Foto: Rina/MINA).
Muhamad Asad, Penulis Buku Best Seller Notes from Qatar, pada Seminar Entrepeneur Islamic Science Forum VII di IPB Bogor, Sabtu (29/9/2014). (Foto: Rina/MINA).

Bogor, 4 Dzulhijjah 1435/28 September 2014 (MINA) – Para entrepreneur (pelaku wirausaha) pemula pada umumnya mudah putus asa dalam menjalankan bisnisnya. Padahal baru memulai dan belum menemukan kesuksesan.

“Salah satu penyebab utamanya, karena mereka belum menerapkan hukum kekekalan entrepreneur, seperti Einstein punya hukum kekekalan massa,” ujar Muhamad Asad, Penulis Buku Best Seller Notes from Qatar, pada Seminar Entrepeneur Islamic Science Forum VII dan Expo Industri Produk Unggulan di Auditorium Hutasoit Fapet Kampus IPB Dermaga, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/9).

Menurutnya, hukum kekekalan entrepreneur menggunakan rumus sama dengan Einstiein E = MC2, yaitu : Entrepreneur adalah perkalian percepatan antara Mindset (pola pikir yang maju), Courage (keberanian melakukan usaha) dan Creativity (kreatif dengan ide-ide baru).

Namun, memang dalam penerapannya, pelaku bisnis sering putus asa, itu karena tidak adanya keyakinan, kurang adanya visi masa depan yang kuat dan tidak fokus.

Ia memberikan contoh bagaimana dirinya, juga orang-orang besar yang sukses dalam usahanya masing-masing, tidak langsung berhasil.

“Mereka sering menemui kegagalan, dan memang harus berani gagal, sebelum sukses,” ujar Presiden Direktur Sidra Nusantara itu.

Kegiatan Seminar “Entrepreneur Seminar for Young Generation, Lead The Global Market”, diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Muslim Institut Pertanian Bogor (HIMPASS IPB), dalam rangkaian Islamic Scientific Forum ke-7 di IPB.

Sejumlah 21 pelaku industri kreatif turut ambil bagian dalam sesi expo, antara lain: industri fashion, tas dan sepatu, herbal, kosmetik, penerbitan buku, aneka kue dan minuman, serta lainnya. (L/P005/R04/R03/P4).

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)