Pertama Kalinya ISEF 2020 Digelar Secara Virtual

Jakarta, MINA – Bank Indonesia (BI) pada Jumat (7/8) menggelar kick off rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Berbeda dari sebelumnya, ISEF ke 7 ini pertama kalinya hadir secara virtual.

ISEF 2020 mengangkat tema “Mutual Empowerment in Accelerating Sharia Economic Growth Through Promoting Halal Industries for Global Prosperity” yang berlangsung sejak 7 Agustus dan puncaknya pada 27-31 Oktober.

Rangkaian kegiatan ISEF 2020 terdiri dari 22 serial discussion melalui webinar, 500 exhibition, 7 business matching, dan 8 business coaching, silahturahmi nasional, dialog pemberdayaan ekonomi, usaha pesantren termasuk pelaksanaan festival ekonomi syariah (fesyar) di 3 Provinsi, yaitu Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat dan Jawa Timur serta pelaksanaan kompetisi nasional dan 10 international showcase.

Selain itu, berbagai pertemuan internasional juga akan dilaksanakan, antara lain International Contemporary Fiqih Conference bersama DSN-MUI dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Mesir, Islamic Digital Economy Conference bersama SESRIC-OIC, serta International Halal Lifestyle Conference.

“Adaptasi merupakan kunci bagi pelaku usaha syariah agar dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19. Pelaku usaha syariah perlu melakukan adaptasi dengan kebiasaan baru, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan transaksi serta aspek higienis dari produk yang dihasilkan,” kata Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma’ruf Amin dalam sambutannya.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam sambutannya juga menyatakan bahwa di tengah upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional, panyelenggaraan rangkaian ISEF 2020 diharapkan membangkitkan spirit positif dan optimisme bagi pelaku usaha. khususnya pelaku usaha syariah.

“Momentum ini menjadikan ISEF 2020 semakin kuat urgensinya untuk lebih digaungkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Perry.

Ia juga mengingatkan bahwa Allah SWT mengajarkan tiga hal penting dalam menghadapi musibah, termasuk pandemi COVID-19 ini.

“Pertama, kita harus semakin syukur dan tawakal kepada Allah SWT, karena Allah selalu dekat dengan kita. Kedua, kita harus optimis, bahwa di setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Ketiga, barangkali Allah SWT sedang menunjukkan peradaban baru bagi umat manusia, era digital, termasuk ekonomi-keuangan syariah digital,” ujarnya.

Menurutnya, upaya yang istiqomah dalam mendorong ekonomi syariah diyakini dapat berkontribusi positif bagi pemulihan ekonomi nasional.

ISEF ke-7 ini didukung kolaborasi dari Kementerian dan Lembaga anggota Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKHL), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI), Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI), Ikatan Ahli Ekonomi Islam IAEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Dewan Masjid indonesia (DMI), serta pihak terkait lainnya. (R/R7/B04)

Mi’raj News Agency (MINA)