Perusahaan Cina Berminat Kembangkan Tambang Tembaga Afghanistan

Beijing, MINA –  Perusahaan China Jiangxi Copper bersama Metallurgical Corp of China (MCC), mengatakan minatnya untuk terus mengembangkan tambang tembaga di Mes Aynak, Afghanistan.

Perusahaan itu mengambil sewa selama 30 tahun untuk tambang itu pada 2008, yang diperkirakan memiliki cadangan 11,08 juta ton tembaga.

Jiangxi Copper memegang 25% saham dalam proyek tersebut. Daily Sabah melaporkan, Senin (13/9).

“Karena situasi yang tidak stabil di Afghanistan saat ini, tambang tembaga Mes Aynak yang diinvestasikan oleh perusahaan belum mengalami konstruksi yang substansial,” Zheng Gaoqing, Kepala Jiangxi Copper mengatakan dalam pengarahan secara online.

Perusahaan akan memantau situasi dan mendorong pembangunan proyek jika memungkinkan, katanya.

Mes Aynak, sekitar 40 kilometer tenggara ibu kota Kabul, juga merupakan situs reruntuhan Budha kuno yang diminta oleh para aktivis untuk dilestarikan.

Sementara itu, perusahaan Jiangxi juga memprioritaskan akuisisi sumber daya sebagai strategi utamanya dan akan mencari tambang di seluruh dunia untuk peluang investasi, menurut Zheng.

“Kenaikan harga tembaga telah membawa manfaat langsung bagi bijih perusahaan itu sendiri,” lanjutnya.

Ia memperkirakan harga tembaga akan tetap pada tingkat tinggi mengingat prospek optimistis untuk tenaga surya dan konsumsi energi baru.

Harga tembaga di Shanghai Futures Exchange China telah melonjak lebih dari 21% tahun ini, ditopang oleh pulihnya permintaan dan stimulus ekonomi global.

Jiangxi Copper telah melaporkan laba bersih kuartalan terbesarnya untuk periode April-Juni dalam 10 tahun di bulan Agustus. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)