Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesta Rakyat Pernikahan Putra KDM Ciptakan Tragedi, Tiga Orang Meninggal

Rudi Hendrik Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 18 Juli 2025 - 22:47 WIB

Jumat, 18 Juli 2025 - 22:47 WIB

25 Views

Sejumlah warga mengalami lemas saat terjadi desak-desakan tidak terkendali dalam pesta rakyat pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dan Maulana Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) di Garut, Jumat, 18 Juli 2025. (Gambar: X)

Garut, MINA – Pesta rakyat pada pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dan Maulana Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menimbulkan sebuah tragedi yang menelan tiga korban jiwa.

Pesta rakyat yang digelar di Pendopo Garut hingga Alun-alun Babancong pada Jumat, 18 Juli 2025, dimaksudkan sebagai bentuk syukuran atas pernikahan dua pejabat penting di Jawa Barat tersebut.

Pesta rakyat diselenggarakan dengan menyediakan makanan kuliner khas dari 25 kabupaten se-Jawa Barat untuk dinikmati masyarakat Kabupaten Garut secara gratis.

Namun, ribuan warga yang berkerumun dari jam 13.00 WIB untuk menikmati kuliner tersebut berubah tidak terkendali dan berakhir dengan tragedi.

Baca Juga: Upacara HUT ke-80 RI di Ponpes Al-Fatah Cileungsi, Ustadz Adnan Fairus Tekankan Ukhuwah dan Persatuan

Tiga korban meninggal di antaranya:

– Vania Aprilia (8 tahun), warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota

– Dewi Jubaedah (61 tahun)

– Bripka Cecep Saeful Bahri (39 tahun), anggota kepolisian yang bertugas mengamankan lokasi

Baca Juga: Karhutla Hanguskan Perkebunan Sawit di Sumut

Diduga, tragedi terjadi akibat lemahnya pengaturan alur masuk pengunjung dan minimnya sistem manajemen kerumunan.

Volume tamu yang membludak tidak diantisipasi dengan baik oleh petugas lapangan, sehingga menyebabkan ribuan warga berdesakan dan berubah menjadi tidak terkendali.

Hingga Jumat malam, pihak kepolisian dan BNPB sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian dan siapa pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Sementara itu, acara syukuran pernikahan yang rencananya digelar malam hari terpaksa dihentikan dan panggung acara dibongkar sebagai bentuk penghormatan kepada korban.

Baca Juga: Korban Gempa Bumi M 6.0 Poso, Bertambah Jadi 32 Orang

“Atas tragedi ini saya turut berdukacita semoga diterima amal Islamnya dan keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan,” kata KDM dalam pernyataan videonya.

KDM akan menanggung nasib keluarga baik suami, istri dan anak-anak, untuk pendidikan anak para korban.

“Atas nama kedua mempelai kami menyampaikan permohonan maaf dan akan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut,” pungkas KDM. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kemerdekaan Harus Dimaknai Sebagai Kemandirian Riset dan Inovasi

Rekomendasi untuk Anda