PM Israel Minta Pembicaraan dengan Negara-Negara Muslim termasuk Arab Saudi dan Indonesia

New York, MINA – Perdana Menteri Israel Yair Lapid dalam pidatonya di sesi Majelis Umum PBB ke-77 pada hari Kamis (22/9), meminta negara-negara Muslim, termasuk Arab Saudi dan Indonesia untuk membuka pembicaraan dengan negaranya.

Dia mengatakan, Tel Aviv mencari kedamaian dengan negara-negara tetangga sehingga meminta untuk melakukan pembicaraan.

“Kami menyerukan kepada setiap negara Muslim, dari Arab Saudi hingga Indonesia, untuk memperhatikan itu, dan datang untuk berbicara dengan kami. Tangan kami terulur untuk perdamaian,” ujar Lapid, Hareetz melaporkan, Jumat (23/9).

“Israel mencari perdamaian dengan tetangga kami, semua tetangga kami. Kami tidak ke mana-mana, Timur Tengah adalah rumah kami. Kami di sini untuk tinggal, selamanya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Lapid juga pertama kalinya menyinggung solusi dua negara untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina.

“Terlepas dari semua hambatan sebagian besar orang Israel mendukung visi solusi dua negara ini. Saya salah satu dari mereka dengan satu-satunya syarat bahwa negara Palestina di masa depan akan menjadi negara yang damai dan bukan basis teror lain yang mengancam keberadaan negara itu sendiri,” katanya.

Lapid menekankan, kesepakatan dengan Palestina, berdasarkan dua negara untuk dua bangsa, adalah hal yang tepat untuk keamanan Israel, untuk ekonomi Israel dan untuk masa depan anak-anak.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan tentang banyak negara yang bertanya kepada Israel beberapa kali, mengapa tidak mencabut pembatasan di Jalur Gaza.

“Di gedung ini, kami telah ditanya lebih dari satu kali mengapa kami tidak mencabut pembatasan di Gaza. Kami siap melakukannya, besok pagi. Kami siap melakukan lebih dari itu,” katanya.

“Saya katakan dari sini kepada orang-orang Gaza, kami siap membantu Anda membangun kehidupan yang lebih baik, membangun ekonomi. Kami mempresentasikan rencana komprehensif untuk membantu membangun kembali Gaza. Kami hanya memiliki satu syarat; Berhenti menembakkan roket dan rudal ke anak-anak kami,” ujar Lapid.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas dijadwalkan berbicara di tempat yang sama sehari setelah Lapid. (T/R7/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)