PMI Evakuasi Warga Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Lembata, MINA – Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan personel dan bantuan logistik ke wilayah terdampak letusan Gunung Ile Lewotolok Kabupaten Lembata, NTT pada Ahad (29/11).

Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said mengatakan, relawan PMI bersama pemerintah setempat telah mengevakuasi warga dari sejumlah desa sekitar lereng Gunung Ile Lewotok ke tempat yang lebih aman.

“Merespon kejadian tersebut PMI Kabupaten Lembata memobilisasi personil untuk melakukan assessment, evakuasi, stand by dan monitoring informasi lebih lanjut serta berkoordinasi dengan instansi terkait dan warga yang terdampak hujan abu dan pasir dievakuasi ke lapangan Kantor Bupati Lama di kawasan Kota Baru, Kecamatan Lewoleba Tengah,” katanya dalam keterangan yang diterima MINA, Senin (30/11).

Berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Lembata, sebanyak 3.671 jiwa yang berasal dari 17 Desa di Kecamatan Ile Ape dan 9 Desa di Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata mengungsi di enam titik pengungsian.

Markas Pusat PMI telah mengirimkan logistik berupa 10.000 masker, 300 perangkat kebersihan, 200 terpaulin, dan 50 rompi.

Masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok dan pengunjung serta pendaki wisatawan telah diimbau agar tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ile Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak.

Gunung Ile Lewotolok meletus pada Minggu (29/11) pukul 09.45 WITA dengan tinggi kolom teramati mencapai 4.000 meter di atas puncak atau 5.423 mdpl.

Akibat kejadian tersebut, Erupsi menyebabkan beberapa desa di sekitar lereng gunung diguyur hujan abu dan pasir.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi sekitar 10 menit.

Selain itu, gempa vulkanik terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35 mm dengan durasi kurang lebih 10 menit atau 600 detik. (R/SR/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)