SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi London Tangkap Lebih dari 500 Demonstran Pendukung Palestine Action

sri astuti - 19 jam yang lalu

19 jam yang lalu

3 Views

Polisi Inggris menangkap demonstrasi Palestine Action di London. (Foto: aljazerra)

London, MINA – Lebih dari 500 demonstran ditangkap di pusat kota London pada Sabtu (11/4) dalam protes massal menentang larangan pemerintah Inggris terhadap kelompok Palestine Action.

Kepolisian Metropolitan mengatakan lebih dari 500 orang ditangkap selama demonstrasi tersebut. Usia mereka yang ditangkap berkisar antara 18 hingga 87 tahun. Quds News melaporkan.

Ratusan orang berkumpul di Trafalgar Square, banyak yang membawa tanda-tanda dukungan untuk kelompok tersebut yang bertuliskan “Saya menentang genosida. Saya mendukung Palestine Action”.

Para demonstran disambut kehadiran polisi yanv besar, dengan sejumlah mobil van berjejer di alun-alun beberapa jam sebelum aksi protes dimulai.

Baca Juga: Perundingan Iran-AS Gagal, Harga Minyak Langsung Meledak

Para demonstran diseret pergi, sementara beberapa di antaranya dibantu dengan tongkat penyangga.

Defend our Juries, penggagas aksi protes bertajuk Everyone Day, mengatakan aksi ini akan menunjukkan perlawanan yang tak pernah surut terhadap larangan terhadap Palestine Action.

Plakat dengan slogan-slogan lain juga dipajang, dengan beberapa demonstran menyatakan dukungan mereka untuk membela hak berunjuk rasa dan menunjukkan penentangan terhadap AS dan Israel.

Lebih dari 2.200 orang telah ditangkap sejauh ini karena diduga menyatakan dukungan untuk Palestine Action sejak organisasi tersebut dilarang.

Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz

Banyak orang yang berkumpul di Trafalgar Square telah ditangkap beberapa kali untuk pelanggaran yang sama.

Penangkapan terbaru ini terjadi setelah putusan Pengadilan Tinggi pada bulan Februari, yang menyatakan larangan pemerintah terhadap kelompok tersebut tidak sah.

Setelah putusan pengadilan, Kepolisian Metropolitan London mengatakan mereka akan menahan diri dari menangkap pendukung kelompok tersebut dan orang-orang yang memprotes larangan berdasarkan undang-undang terorisme, dan lebih fokus pada pengumpulan bukti untuk penuntutan di masa mendatang.

Namun, dalam perubahan kebijakan, Kepolisian mengeluarkan pernyataan yang menggambarkan komentar sebelumnya sebagai “posisi sementara” dan mengatakan bahwa mereka sekarang telah “merevisi” pendekatan ini.

Baca Juga: Mantan Kepala CIA: Trump Harus Dicopot dari Jabatannya

Defend our Juries (DOJ) mengatakan telah menulis surat kepada Komisaris Kepolisian Metropolitan Mark Rowley, memperingatkan tentang potensi konsekuensi hukum dari penangkapan setelah putusan pengadilan.

Mereka mengatakan setiap penangkapan akan melanggar hukum, karena akan melanggar hak-hak demokrasi para pengunjuk rasa berdasarkan Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia.

“Kebijakan yang bias dan diskriminatif seperti itu secara material membantu Pemerintah Israel dan Elbit Systems dalam melakukan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya.

Palestine Action, sebuah kelompok aksi langsung yang memprotes kejahatan perang Israel, telah dilarang oleh pemerintah Inggris sejak Juli 2025. []

Baca Juga: Inggris Tolak Bergabung dengan AS untuk Blokade Selat Hormuz, Pilih Jalur Diplomasi

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Iran Galang Dukungan Rusia Hadapi Blokade Hormuz

Rekomendasi untuk Anda