Jakarta, MINA — Sejumlah wilayah di Indonesia dan beberapa negara Asia dilanda banjir bandang dan minanews.net/tag/hujan-ekstrem/">hujan ekstrem dalam sepekan terakhir menjadi sorotan pembaca Minanews.net edisi 24-30 November 2025.
Bencana banjir melanda beberapa negara terjadi hampir bersamaan akibat curah hujan tinggi yang dipicu monsun dan sistem minanews.net/tag/badai-tropis/">badai tropis yang bergerak melintasi kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Di Indonesia, tiga provinsi di Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menjadi daerah terdampak terparah. Hujan tanpa henti menyebabkan sungai meluap, tanggul jebol, serta memicu longsor di kawasan perbukitan. Ribuan rumah terendam, ratusan di antaranya hanyut, dan ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman.
Sejumlah jalan utama putus sehingga menghambat distribusi bantuan dan upaya pencarian korban di daerah yang sebelumnya terisolasi. Korban jiwa dilaporkan terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berlanjut.
Baca Juga: Bencana Kebijakan yang Fatal
Provinsi-provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) korban tewas akibat banjir dan longsor telah dilaporkan mencapai 303 orang, dengan sekitar 279 orang hilang.
Sementara itu, Thailand bagian selatan juga mengalami banjir besar dengan jumlah korban tewas yang mencapai ratusan orang. minanews.net/tag/hujan-ekstrem/">Hujan ekstrem yang turun selama beberapa hari membuat kota-kota besar terendam dan memaksa pemerintah melakukan evakuasi massal. Fasilitas umum lumpuh, rumah-rumah rusak, dan sebagian wilayah hanya dapat dijangkau dengan perahu atau helikopter, korban meninggal sekitar 162 orang.
Malaysia turut terdampak sistem cuaca yang sama. Beberapa negara bagian dilanda banjir setelah air sungai meluap dan menggenangi kawasan permukiman rendah. Ribuan warga harus dipindahkan sementara pemerintah meningkatkan status kewaspadaan menghadapi potensi hujan susulan, 2 orang meninggal.
Vietnam juga mencatat banjir di sejumlah provinsi akibat curah hujan tinggi yang terus berlanjut. Selain menelan korban jiwa, banjir mengganggu aktivitas pertanian dan memutus akses transportasi. Panen kopi, salah satu komoditas penting negara itu, terhambat setelah lahan pertanian terendam. Banjir menewaskan sedikitnya 90 orang, dengan 12 orang hilang.
Baca Juga: Di Bawah Langit yang Terkoyak: Kisah Pengkhianatan Terhadap Kemanusiaan di Tanah Palestina
Di Sri Lanka, banjir bandang dan longsor meluas setelah negara tersebut diterjang minanews.net/tag/badai-tropis/">badai tropis. Banyak desa terisolasi karena jalan tertutup material longsor. Ratusan korban meninggal dan hilang dilaporkan, sementara puluhan ribu warga mengungsi ke tempat penampungan darurat. Korban mencapai sebanyak 153 orang, dan 191 orang dilaporkan hilang.
Para ahli meteorologi menilai, banjir yang melanda secara bersamaan di sejumlah negara Asia ini merupakan dampak dari penguatan monsun, sisa putaran minanews.net/tag/badai-tropis/">badai tropis, serta perubahan iklim yang membuat curah hujan semakin ekstrem dan sulit diprediksi. Kondisi tanah yang sudah jenuh air membuat wilayah-wilayah rawan, termasuk daerah aliran sungai dan pesisir, mudah tergenang hanya dalam waktu singkat.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pemuda dan Jihad Digital: Membela Baitul Maqdis di Dunia Maya















Mina Indonesia
Mina Arabic