Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Jokowi Berikan Bantuan Terdampak Gempa Ambon Secara Langsung

Rendi Setiawan - Selasa, 29 Oktober 2019 - 20:00 WIB

Selasa, 29 Oktober 2019 - 20:00 WIB

1 Views ㅤ

PRESIDEN JOKOWI KUNJUNGI RS DARURAT DI PULAU AMBON

Ambon, MINA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan dana bantuan untuk masyarakat yang terdampak gempa Ambon dan sekitarnya akan diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban secara langsung.

“Anggaran itu langsung diberikan kepada masyarakat terdampak gempa, setuju?” kata Presiden Jokowi yang langsung disambut kata “setuju” oleh masyarakat yang ada di Posko Pengungsian di Desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (29/10).

Menurut laporan Info Publik, Presiden Jokowi pada kesempatan itu berdialog dengan masyarakat di posko pengungsi pascagempa yang terletak di Kompleks Universitas Darussalam, Kecamatan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah.

Mereka yang mengungsi merupakan penyintas gempa Magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Maluku pada 26 September 2019.

Baca Juga: Merusak Masa Depan, Prima DMI Ajak Masyarakat Tidak Berjudi

Adapun besaran bantuan untuk perbaikan rumah warga tersebut yaitu Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp10 juta untuk rumah rusak ringan. Presiden mengatakan jumlah tersebut sama seperti yang diberikan di daerah terdampak gempa lainnya.

“Kalau ditanya cukup atau tidak cukup, ini terserah bapak ibu semuanya. Yang penting, yang kita lihat seperti di NTB, di Palu, dengan anggaran yang ada, ini rumah saya lihat di NTB sudah hampir selesai dan juga bisa diselesaikan,” katanya.

Presiden Jokowi juga meminta jajaran pemerintahan di daerah seperti camat dan lurah turut memantau dan mengawasi anggaran tersebut.

Terkait pembangunan rumah warga yang rusak, Kepala Negara berharap agar masyarakat membangun rumah dengan konsep rumah tahan gempa seperti halnya yang dilakukan warga di Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk itu, pembangunan konstruksi rumah warga akan diarahkan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca Juga: Indonesia Tingkatkan Bantuan untuk Pengungsi Palestina

“Ada macam-macam, ada yang pakai beton, ada yang sistem RISHA ada, jadi kalau ada gempa itu yang goyang hanya konstruksinya tetapi dinding dan lainnya tetap itu. Saya kira kita harus mengikuti itu,” tandasnya.

Kepala Negara menjelaskan, anggaran di Kementerian PUPR dan di BNPB telah dialokasikan untuk perbaikan rumah-rumah tersebut dan akan segera disalurkan setelah menjalani sejumlah prosedur.

Menurut laporan BNPB, ada sekitar 12.137 unit rumah yang rusak akibat gempa Maluku. Rinciannya, 2.712 unit rumah rusak berat, 3.317 unit rumah rusak sedang, dan 6.108 unit rumah rusak ringan. (T/R06/RI-1)

 

Baca Juga: Sambut Siswa Baru, Sekolah IMC Adakan Mabit Bersama Ayah

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Kolom
Palestina
Indonesia
Timur Tengah
Khadijah