Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Kolombia Kecam Tuduhan Trump: “Berhenti Memfitnah Saya”

Widi Kusnadi Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 6 Januari 2026 - 09:30 WIB

Selasa, 6 Januari 2026 - 09:30 WIB

8 Views ㅤ

Presiden Kolombia Gustavo Petro berpidato di Majelis Umum PBB, New York pada Selasa, 23 September 2025. (Foto: Noticias ONU)

Bogotá, MINA – Presiden Kolombia Gustavo Petro menolak keras dan mengecam tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menudingnya sebagai bandar narkoba, menyebut klaim itu sebagai fitnah yang mengancam hubungan bilateral kedua negara sekaligus merongrong kedaulatan nasional Kolombia.

Tuduhan tajam itu dilontarkan Trump saat berbicara kepada media di pesawat kepresidenan Air Force One, di mana ia menyebut Kolombia “sangat sakit” dan dipimpin oleh sosok yang “suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

Pernyataan itu sekaligus mengaitkan Petro dengan produksi dan perdagangan narkotika tanpa bukti yang jelas.  Al-Jazeera melaporkan.

Petro sendiri membalas tudingan tersebut dengan tegas melalui unggahan di akun media sosialnya, menulis, “Berhenti memfitnah saya, Tuan Trump,” sambil menegaskan bahwa namanya sama sekali tidak muncul dalam catatan pengadilan terkait kejahatan narkoba.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pemimpin Kolombia itu juga mengecam ancaman Trump yang menyiratkan kemungkinan intervensi militer terhadap negaranya, dengan menyatakan bahwa “teman tidak boleh mengebom.”

Petro menilai bahwa hubungan antara Kolombia dan AS telah lama bersifat kemitraan strategis, namun kini justru terancam oleh retorika yang memicu ketegangan.

Reaksi keras Petro mencerminkan kekhawatiran luas di Bogotá soal kemungkinan eskalasi lebih jauh setelah operasi militer AS ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Banyak pengamat menilai pernyataan Trump terhadap Petro sebagai bagian dari tekanan yang lebih luas terhadap pemerintah kiri di Amerika Selatan.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Sementara itu, pemerintah Kolombia melalui Kementerian Luar Negeri menyebut tuduhan dan ancaman Trump sebagai “campur tangan yang tidak dapat diterima,” seraya menuntut “penghormatan terhadap kedaulatan dan norma hukum internasional.”

Hubungan tradisional antara Kolombia dan Amerika Serikat telah lama didasarkan pada kerja sama dalam perang melawan narkotika dan kemitraan ekonomi. Namun sejak era pemerintahan Trump kembali berkuasa, dinamika ini berubah tajam seiring meningkatnya kritik dari Washington atas Petro. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda