Presiden Lebanon Minta Bantuan Dunia

Foto: Naharnet

 

New York, MINA – Presiden Lebanon Michel Aoun meminta bantuan dunia dalam menghadapi krisis ekonomi dan krisis lainnya, terutama membangun kembali pelabuhan utama ibu kota Beirut serta lingkungan yang hancur akibat ledakan dahsyat bulan lalu.

Permohonan itu disampaikan dalam pidatonya secara virtual di Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (23/9).

“Beirut hari ini sedang berusaha bangkit dari reruntuhannya, dan dengan solidaritas dari semua warga Lebanon dan dukungan dari Komunitas Internasional, kami akan dapat menyembuhkan luka-luka dan bangkit sebagaimana sebelumnya, kami telah bangkit berulang kali sepanjang sejarah,” kata Aoun, demikian Naharnet melaporkan, Kamis (24/9).

Ia memaparkan, akan memecah bagian-bagian kota yang rusak menjadi beberapa area terpisah, sehingga negara yang ingin membantu dapat berkomitmen membangunnya kembali per bagian.

Ledakan besar pada 4 Agustus, diakibatkan terbakarnya 3.000 ton amonium nitrat yang telah lama disimpan di gudang pelabuhan selama lebih dari enam tahun. Hampir 200 orang tewas, 6.500 terluka, dan seperempat juta orang meninggalkan rumah yang tidak layak untuk ditinggali.

Investigasi terhadap ledakan dahsyat itu, dibantu oleh tim FBI yang merupakan badan investigasi utama dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Sejauh ini, belum ada yang dimintai pertanggungjawaban.

Sebelumnya, pada Rabu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan sambutannya, dalam pertemuan Kelompok Dukungan Internasional untuk Lebanon yang diadakan di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB, menyerukan pembentukan secepatnya pemerintahan Lebanon yang diikuti oleh langkah-langkah nyata untuk melaksanakan reformasi ekonomi, sosial dan politik.

“Tanpa tindakan seperti itu, kemampuan negara untuk memulihkan dan membangun kembali akan terancam, malahan akan menambah kekacauan dan kesulitan rakyat Lebanon,” jelasnya.

Ia menyampaikan, pemerintah Lebanon mengundurkan diri di bawah tekanan setelah ledakan pelabuhan, dan Perdana Menteri Mustafa Adib tidak dapat membentuk pemerintahan baru di tengah kebuntuan politik.

“Ledakan pelabuhan yang menghancurkan harus menjadi peringatan,” tegasnya. (T/Hju/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)