Prof Zullies Ikawati: Hadapi Covid-19, Sistem Imun Perlu Terus Dikuatkan

Jogjakarta, MINA – Prof Zullies Ikawati,Ph.D.,Apt. Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, mengatakan, sistem imun menghadapi wabah covid-19 perlu terus dikuatkan, walaupun terjadi trend penurunan terpapar virus tersebut.

“Sistem imun dalam tubuh sangat penting untuk dapat mengatasi paparan covid. Kalau imunnya cukup dan kuat, maka akan dapat menghalau virus sejenis corona sekalipun,” ujar Prof Zullies, pakar farmakologi, ketika dihubungi Mi’raj News Agency (MINA), Selasa (26/10).

Doktor lulusan Ehime University School of Medicine Jepang itu menekankan, sistem imun itu sudah ada di dalam tubuh. Allah karuniakan sejak lahir. Namun seiring waktu dipengaruhi oleh lingkungan, makanan, usia, kondisi kesehatan, dan konsumsi obat-obatan.

“Untuk terus memelihara sistem imun, memerlukan nutrisi. Nutrisi itu berfungsi untuk meningkatkan sel-sel imun, dan mengganti yang rusak karena degenerasi atau penurunan imun,” ujar guru besar bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik itu.

Nutrisi diperoleh dari makanan yang sehat dan bergizi, dari air minum yang cukup, mineral dan protein. Bisa juga ditambah suplemen, lanjutnya.

“Kalau makanan cukup bergizi, tidak perlu lagi suplemen dari luar,” kata penulis buku “Farmakologi Molekuler”, karya buku kedelepannya.

Ia menjelaskan, suplemen biasanya diperlukan karena sakit, makanan pilih-pilih atau banyak pantangan, tidak nafsu makan, dan usia lanjut.

Berbicara tentang herbal seperti empon-empon, menurutnya, bisa dipakai juga sebagai suplemen. “Tapi jangan terlalu mengandalkan empon-empon atau suplemen, yang pokok tetap makanan bergizi.”

Kalau kondisi sakit memang imun akan menurun. Beda dengan yang sehat. Maka memang banyak pasien covid yang meninggal karena memiliki penyakit lain, seperti diabet, imbuhnya.

“Olahraga walaupun ringan dan terbatas, perlu juga. Seperti senam, jalan kaki. Goes asal jangan berkerumunan untuk menghindari Orang Tanpa gejala (OTG) covid. Termasuk tidur yang cukup, jangan kemaleman,” lanjutnya.

Ia menambahkan, tidak kalah pentingnya adalah manajemen stress, terutama jangan mudah cemas. “Lebih berpasrah diri kepada Allah, karena semua sudah diatur, catatannya sudah ada ada di sisi Allah,” ujarnya. (L/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)