Program Sekolah Dai Pemberdaya DD Angkatan ke-2 Dibuka pada Selasa

Ciawi, Kabupaten Bogor, MINA – Pembukaan program Sekolah Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa angkatan ke 2 telah resmi dibuka oleh Direktur Dakwah Budaya dan Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa (DD) Ahmad Sonhaji pada Selasa (17/11) di Aula Masjid Harakatul Jannah Pesantren Internasional Islamic Boarding School, Ciawi, Bogor, Jawa barat.

Senior Officer Dakwah Dompet Dhuafa, Ahmad Pranggono mengatakan, dengan adanya sekolah dai angkatan ke dua ini merupakan sebuah jawaban dari corps dai dompet dhuafa atas antusiasme masyarakat Indonesia khususnya di daerah pelosok nusantara yang menginginkan hadirnya seorang dai yang bisa membina kampung atau daerah nya, demikian keterangan yang diterima MINA.

Ahmad menjelaskan, selama sebulan kedepan para dai yang berjumlah 25 orang ini (yang telah diseleksi dari 33 provinsi) akan digembleng oleh para pemateri yang mumpuni di bidang nya, baik dalam bidang agama, ekonomi, social, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya.

Lanjutnya ia mengatakan, pelajar sekolah dai juga disebut mahasantri yang akan menempuh pendidikan selama satu bulan, untuk memadukan antara teori dakwah dan pemberdayaan ekonomi.

“Kami berharap Sekolah Dai menggembleng para Dai, tidak hanya handal retorika di atas mimbar, tapi juga handal untuk memberikan solusi terhadap hal-hal yang akan ditemukan di tengah-tengah masyarakat, karena para Dai yang dibina oleh Sekolah Dai Dompet Dhuafa disiapkan untuk berdakwah di pedalaman sebagai pemberdaya masyarakat,” ucapnya.

Para Mahasantri lulusan Sekolah Dai ini nantinya akan ditugaskan untuk berdakwah satu tahun masa pengabdian di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terpencil). “Upaya mendirikan program Sekolah Da’i ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada di kawasan yang luput dari perhatian” ucap Ahmad.

Pada sambutan pembukaan Sekolah Dai Indonesian Direktur Dakwah, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat KH. Ahmad Shonhaji menyampaikan, dalam dakwah era sekarang diperlukan transformasi.

“Dakwah bukan hanya diatas podium tetapi juga dakwah dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. Sekolah Dai Pemberdaya didirikan untuk merespon dakwah sesuai kebutuhan masyarakat seperti pemberdayaan pendidikan, kesehatan serta ekonomi, dan beliaupun menyebutkan bahwa salah satu moto dari sekolah dai ini adalah -Dai ku Datang Kampungku Terang-,“ Shonhaji.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Algebra IIBS KH. Khairi Makmun harapannya, kerjasama antara Dompet Dhuafa dengan Pesantren Algebra merupakan kerjasama strategis antar dua lembaga.

“kerjasama ini akan dikembangkan untuk merespon kebutuhan dakwah di masa mendatang, diharapkan program sekolah Dai Pemberdaya akan menjadi trend pengembangan dakwah di masa kini, mengingat problem yang dihadapi umat semakin komplek dan multidimensional, kita membutuhkan Dai yang responsif dan memahami kebutuhan masyarakat,” ucapnya. (R/R8/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)