Raeda Saeed, Fotografer Wanita Palestina Abadikan Kecantikan di tengah Penderitaan

Raeda Saeed adalah seorang wanita Palestina berusia 45 tahun yang menemukan cara untuk menunjukkan pesona keindahan dan harapan atas kota suci Palestina melalui bidang fotografi, meski semua itu beriring penderitaan.

Sekitar enam tahun lalu, Raeda, warga kamp pengungsi Syu’fat di Yerusalem, mulai mengambil foto kehidupan sehari-hari di Yerusalem, khususnya di Masjid Al-Aqsa, mengekspresikan cintanya pada kota suci dan memancarkan cahaya, meski redup atas penderitaan penduduknya.

Ia membagikan foto yang diambilnya di platform media sosialnya, memungkinkan ratusan pengikut untuk melihat Yerusalem melalui gadgetnya, terutama mereka yang tidak dapat mengunjungi kota tersebut.

Raeda, memanfaatkan pekerjaannya sebagai pemandu wisata yang sangat mengenal Masjid Al-Aqsa, memastikan untuk gambaran terperinci bersama dengan foto-foto yang dia posting tentang situs kota suci dan sudut-sudutnya tersampaikan dengan jelas.

Ketika ditanya tentang bagaimana hasrat fotografinya dimulai, Raeda mengatakan bahwa awalnya dia hanya menggunakan ponselnya untuk mendokumentasikan pelecehan, pelanggaran, dan penyerangan Zionis Israel terhadap jamaah Palestina di Masjid al-Aqsa.

Ketika dia menyadari bahwa dia memiliki banyak follower (pengikut) dan penonton, Raeda memutuskan untuk membawa bakatnya ke tingkat yang lebih tinggi dan mulai menangkap kehidupan sehari-hari orang-orang Yerusalem di bawah dan jauh dari pendudukan Israel.

Aktivis Palestina itu mengatakan kepada Pusat Informasi Palestina yang dikutip MINA, bahwa dia selalu diganggu dan diancam karena pekerjaannya oleh polisi Israel.

“Berkali-kali saya terkena pukulan, gas air mata dan gas merica saat meliput serangan Zionis Israel terhadap pria, wanita, dan anak-anak di Masjid Al-Aqsa,” ungkapnya.

Aktivisme Raeda telah membuatnya ditangkap, diinterogasi, dan diusir dari Yerusalem beberapa kali atas tuduhan yang dibuat-buat. Dia bahkan baru-baru ini menerima larangan lima bulan tidak boleh memasuki Masjid Al-Aqsa.

Meski begitu, Raeda mengatakan bahwa dia tidak pernah menyerah apalagi takut pada Zionis Israel atas ancaman apapun. Ia akan terus membagikan kepada media sosial tentang keadaan di Yerusalem, khususnya Masjid Al-Aqsa lewat fotografi.

“Saya tidak akan pernah tunduk pelecehan dan tekanan Israel. Setiap foto sebanding dengan konsekuensinya,” tegasnya. (AT/cha/P2).

Mi’raj News Agency (MINA)