
Abd Nasir Jabriy (tengah), dan Menteri Pendidikan Anies Baswedan bersama anaknya (kanan) di VIP Room Masjid Istiqlal Jakarta, Jum'at, (25/3). (foto: MINA)" width="300" height="253" /> Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Dubes KH Muhammad Muzammil Basyuni (kiri), Rektor Universitas Kulliya Dakwah Abd Nasir Jabriy (tengah), dan Menteri Pendidikan Anies Baswedan bersama anaknya (kanan) di VIP Room Masjid Istiqlal Jakarta, Jum’at, (25/3). (foto: MINA)
Jakarta, 15 Jumadil Akhir 1437/25 Maret 2016 (MINA) – Abd Nasir Jabriy, Rektor Universitas Kulliya Dakwah, Beirut, Lebanon, menunaikan shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Ia menyatakan takjub dengan toleransi beragama yang ada di Indonesia, tidak ada konflik seperti yang ada di Libanon, Suriah, dan negara lainnya.
“Indonesia memiliki peran yag besar menyatukan dunia yang saat ini sedang berkecamuk,” katanya selanjutnya. Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan.
Disambut oleh Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Dubes KH Muhammad Muzammil Basyuni beserta jajarannya, Abd Nasir tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan shalat Jum’at berjamaah.
Baca Juga: Brebes Gelar MTQ XXXI, 256 Peserta Bersaing Jadi Qari dan Hafidz Terbaik
Sesudah itu Rektor Universitas Kulliya Dakwah tersebut melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan berbicara mengenai pendidikan, bertempat di VIP Room Masjid Istiqlal.
“Saya berharap tidak hanya pemuda Indonesia saja yang belajar di Libanon, begitu sebaliknya,” kata Rektor Nasir kepada Mendikibud.
Mendikbud mengatakan mendukung apa yang diharapkan Abd Nasir tersebut. Nasir juga berharap Mendikbud Anies Baswedan bisa berkunjung ke Libanon secepatnya. (L/M09/P2)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: VNL Putra 2025: Ukraina Redam Kebangkitan Jepang dalam 5 Set Menegangkan