Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Relawan WNI Global Sumud Jalani Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Dipulangkan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 22 Mei 2026 - 08:12 WIB

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:12 WIB

35 Views ㅤ

Daftar relawan Sumud (foto: IG)

Amman, MINA – Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke Tanah Air.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisik para relawan tetap stabil usai menjalani penahanan oleh aparat Israel.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan setelah para relawan berhasil keluar dari wilayah Israel melalui jalur diplomatik yang melibatkan sejumlah negara sahabat. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau kondisi para WNI dan memastikan seluruh proses pemulangan berjalan aman serta lancar.

Menurut keterangan diplomatik, para relawan sebelumnya sempat menjalani penahanan setelah armada Global Sumud Flotilla dicegat aparat Israel di perairan internasional saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Penahanan tersebut memicu kecaman luas dari berbagai negara dan organisasi hak asasi manusia.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Selain pemeriksaan medis, pihak Kedutaan Besar RI juga memberikan pendampingan psikologis dan bantuan administratif kepada para relawan sebelum mereka diterbangkan kembali ke Indonesia. Pemerintah memastikan seluruh WNI mendapatkan perlindungan maksimal setelah mengalami situasi yang cukup berat selama penahanan.

Kasus penahanan relawan Global Sumud sebelumnya menjadi perhatian publik nasional karena melibatkan misi kemanusiaan bagi warga Gaza yang masih menghadapi blokade dan krisis berkepanjangan. Berbagai elemen masyarakat di Indonesia, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), turut mendesak pemerintah mengambil langkah diplomatik tegas untuk membebaskan para relawan.

Sementara itu, tekanan internasional terhadap Israel terus meningkat menyusul laporan dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap aktivis flotilla dari berbagai negara.

Komunitas internasional kini mendesak dibukanya akses bantuan kemanusiaan yang aman bagi Gaza serta perlindungan terhadap relawan sipil yang terlibat dalam misi kemanusiaan internasional. []

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda