Remaja Masjid di Bekasi Adakan Donor Darah

Bekasi, 25 Rabi’ul Awwal 1438/25 Desember 2016 (MINA) – Ukhuwah Muda Pondok Kelapa (UMPK) dan DKM Masjid Baitul Muttaqien mengadakan bakti sosial donor darah dalam rangka mewujudkan ukhuwah Islamiyah dan kepedulian antar sesama.

Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi, donor darah tersebut diadakan di Masjid Baitul Muttaqien, Jl. Pangeran Jayakarta, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

“Tujuan kita mengadakan acara ini agar tercipta rasa kebersaudaraan terhadap muslim dan menciptakan rasa persaudaraan kesemuanya, sesuai tema yang kita usung,” ujar Denny Selamat S.Pd.I, Ketua Pelaksana acara itu dalam sambutannya. Bekasi, Ahad (25/12). Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan.

Ia berharap, kegiatan bakti sosial ini bisa berjalan dengan sukses, dan nantinya darah yang disumbangkan bisa berguna bagi umat yang membutuhkan. “Semoga bermanfaat,” katanya. Dipilihnya Masjid sebagai tempat juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar mencintai Masjid.

UMPK dan DKM Baitul Muttaqien sendiri juga berencana kembali akan menyelenggarakan bakti sosial lainnya, seperti sunatan massal, perkawinan massal, santunan anak yatim, dan pelatihan-pelatihan atau penyuluhan seputar keagamaan.

Sementara itu, Humas P2D2S PMI Kota Bekasi Liza Nodya Chintadini mengatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh UMPK dan DKM Masjid Baitul Muttaqien ini, ia juga berharap nantinya darah yang didonorkan bisa berguna bagi sesama.

“Darah kita utamakan akan disalurkan ke rumah sakit yang ada di wilayah Bekasi, dan jika Jakarta membutuhkan juga kita kirim ke sana,” ujarnya kepada MINA.

Ia juga menghimbau kepasa masyarakat yang ingin melakukan donor darah agar menjaga kesehatannya, seperti tidur yang cukup dan sarapan dua jam sebelum donor. Namun yang memiliki penyakit kronis serta ibu menyusui dan wanita haid dilarang untuk ikut donor darah.

Setelah didonor, Liza mengatakan, tubuh kita akan kembali seperti semua dan darah kembali normal. “Pola makan dijaga, minum susu juga bisa kembaki normal. Kalau efek pusing setelah donor itu karena sugesti takut saja, atau karena kesehatannya yang kurang dijaga,” katanya. (L/R08/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)