Gaza, MINA — Kelompok perjuangan rakyat Palestina Hamas menyampaikan responsnya terhadap rencana Indonesia mengerahkan hingga sekitar 8.000 personel dalam International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza, menegaskan bahwa pasukan internasional yang masuk harus bersikap netral dan hanya berada di wilayah perbatasan.
Juru bicara Hamas, Osama Hamdan, menyatakan kepada media internasional, Kamis (12/2) bahwa kehadiran pasukan asing di Gaza dipandang sebagai peluang untuk memastikan keamanan, namun mereka harus sepenuhnya menjunjung netralitas dan tidak menjadi bagian dari konflik internal Palestina. Anadolu melaporkan.
Menurut Hamdan, pasukan internasional yang akan dikerahkan ke Gaza harus fokus pada pencegahan agresi Israel dan pengawasan gencatan senjata tanpa mencampuri urusan domestik Palestina. Ia menegaskan bahwa kehadiran pasukan di luar perbatasan lebih dapat diterima oleh rakyat Gaza.
Pernyataan Hamas ini muncul di tengah pembahasan intensif mengenai keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) dan kesiapan pasukan TNI untuk misi tersebut.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Pemerintah sebelumnya mengindikasikan kesiapan hingga 8.000 prajurit sebagai kontribusi dalam ISF, yang merupakan bagian dari upaya internasional menstabilkan situasi pascakonflik di Gaza.
Namun, beberapa pihak domestik di Indonesia mengkritik rencana tersebut. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah pengamat menilai pemerintah perlu meninjau ulang rencana pengiriman pasukan karena belum jelas mandat serta risiko keamanan politiknya.
Mereka juga mengingatkan posisi historis Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
Rencana pengiriman pasukan ini berkaitan dengan keputusan Indonesia bergabung dalam struktur Board of Peace yang diprakarsai oleh Amerika Serikat, yang juga bertujuan memfasilitasi gencatan senjata dan rekonstruksi pascakonflik di wilayah Gaza.
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Hingga kini, detail operasional pasukan Indonesia dalam ISF — termasuk jumlah akhir personel, penempatan, serta jadwal pengerahan — masih dalam tahap koordinasi lanjutan.
International Stabilization Force (ISF) merupakan pasukan gabungan internasional yang diusulkan dalam konteks rencana perdamaian bagi Jalur Gaza pascakonflik yang berkepanjangan antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina.
Indonesia ikut serta dalam Board of Peace sebagai bentuk kontribusi diplomatik dan kemanusiaan, meski implementasi lapangan masih dalam proses koordinasi dengan otoritas internasional dan pihak terkait. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic