Tel Aviv, MINA – Ribuan orang Israel membentuk antrean panjang pada Sabtu (29/11) di depan Kedutaan Besar Portugal di Tel Aviv untuk mengajukan kewarganegaraan Portugal, menurut laporan Times of Israel.
Warga Israel mengantre di depan kedutaan sejak pagi untuk mengajukan permohonan.
Dikutip dari Anadolu, hari janji tatap muka khusus yang diselenggarakan oleh kedutaan, yang dibuka untuk mengatasi kemacetan parah dalam sistem pemesanan daring, menarik perhatian signifikan.
Laporan tersebut mengatakan mereka yang berdiri dalam antrean yang membentang dari pintu masuk kedutaan hingga area parkir bawah tanah sedang menunggu untuk mengajukan kewarganegaraan atau memperbarui paspor Portugal mereka.
Baca Juga: Warga Paris Gelar Aksi Peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina
Portugal, melalui undang-undang yang diadopsi pada tahun 2015, memberikan hak untuk mengajukan kewarganegaraan kepada orang Yahudi Sephardi yang dianiaya selama Inkuisisi pada abad ke-16.
Namun, karena tingginya jumlah permohonan, pemerintah Portugal mengumumkan pada tahun 2023 undang-undang tersebut telah mencapai tujuannya dan memperkenalkan persyaratan yang lebih ketat.
Tercatat bahwa warga Israel mencari kewarganegaraan Portugal untuk mendapatkan keuntungan seperti kebebasan bergerak di negara-negara Uni Eropa, biaya hidup yang lebih rendah, kemudahan masuk ke universitas-universitas Eropa, dan biaya kuliah yang lebih rendah.
Sejak Israel melancarkan serangan di Jalur Gaza pada Oktober 2023, jumlah warga Israel yang mengajukan paspor kedua telah meningkat.
Baca Juga: UNICEF Laporkan Lebih dari 9.000 Kasus Malnutrisi Akut pada Anak-Anak Gaza
Puluhan ribu warga Israel meninggalkan negara itu, dan minat terhadap kewarganegaraan Portugal terus meningkat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Swiss Evakuasi 13 Anak Gaza yang Terluka dalam Operasi Kemanusiaan Tahap Dua
















Mina Indonesia
Mina Arabic