RS Indonesia di Myanmar Selesai Dibangun

Jakarta, MINA – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Rakhine State, Myanmar selesai dan sudah siap untuk dioperasionalkan. Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State berlangsung selama 2 tahun dimulai 2017 lalu.

Anggota Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo mengatakan, pembangunan RS Indonesia ini berlangsung di tengah konflik berkepanjangan antar milisi milisi lokal, sehingga RS ini diharapkan menjadi simbol perdamaian antara umat Islam dan Umat Budha.

“RS Indonesia di Rakhine State menjadi bagian dari diplomasi kemanusiaan dan persahabatan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Myanmar dalam melindungi hak hak umat Islam di Rakhine State,” kata Yogi Prabowo saat konferensi pers di Kantor MER-C, Jakarta, Jumat (29/11).

Baca Juga:  Wapres Harapkan Peran Otonomi Daerah Majukan Ekonomi Syariah

RS Indonesia di Rakhine State yang merupakan RS tipe C ini telah selesai dibangun dan siap untuk dioperasionalkan, namun masih menunggu berbagai alat kesehatan yang nantinya akan disiapkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI).

“Proses pembangunan hingga selesai di tengah tengah peperangan yang terjadi, sejarahnya pembangunan RS Indonesia di Rakhine State pada 2012, MER-C mengirimkan tim 14 kali, tim medis dan tim rekonstruksi, proses demikian alot pada akhirnya berdiri, ini karya bangsa Indonesia selain RS Gaza,” katanya.

Yogi Prabowo menyebut kendala dalam pembangunan RS Indonesia di Rakhine State karena sulit mencari pekerja bangunan yang mau bekerja di wilayah konflik, dimana rata rata maksimal 2 pekan bekerja akan keluar karena melihat perang di depan mata. Untuk itu, RS Indonesia di Rakhine State akan sangat berguna untuk menangani paska perang dan merupakan simbol perdamaian.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Gerakkan Kebangkitan Nasional Bangun Kesadaran Berbangsa

“Kejadian peperangan di Myanmar itu bukan murni peperangan antara Rohingya dan Pemerintah, tetapi juga melibatkan milisi milisi lokal, karakter negara yang beralih dari militer ke demokrasi banyak milisi setiap provinsi, Rohingnya milisi paling lemah,” katanya.

Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State melibatkan sejumlah pihak dari Indonesia yaitu MER-C, PMI, Walubi, Kemenlu RI dan Pemerintah Myanmar. Total pembiayaan RS Indonesia di Rakhine State ini menghabiskan dana sekitar Rp 15 milyar selama 2 tahun pembangunan. (L/Hju/R06)

Mi’raj News Agency (MINA)