RS Indonesia di Myanmar Tergenang Banjir

Rakhine, MINA – Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State Myanmar yang diinisiasi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa.

Hal ini disampaikan Nur Ikhwan Abadi, Instruktur Pembangunan Rumah Sakit Indonesia MER-C di Myanmar kepada JamaahTv di Bogor, Jumat (19/7).

“Rumah Sakit Indonesia di Myanmar saat ini situasinya sedang tidak kondusif, akan tetapi pengadaan material bangunan untuk tahap penyelesaian rumah sakit dan pengerjaan di lapangan terus berjalan,” katanya.

Ia mengungkapkan, untuk saat ini, pekerjaan sudah mencapai 93 persen, dalam proses perampungan serta penyediaan alat-alat operasional rumah sakit ditergetkan pembangunan akan selasai pada Oktober 2019.

Menurutnya, selain masalah keamanan, relawan menghadapi tentangan cuaca buruk dan hujan besar yang terus-menerus terjadi di Rakhine State.

“Hingga membuat bangunan rumah sakit tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa,” ujarnya.

Sebelumnya juga, Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris mengatakan, dukungan dan bantuan dari KBRI  di Yangoon sangat membantu, dari mulai pengurusan izin visa relawan, hingga ke proses pembangunan rumah sakit yang saat ini sudah memasuki tahap finishing.

Ia menjelaskan, pembangunan RS Indonesia ini baik di Rakhine atau Gaza adalah salah satu diplomasi kemanusiaan MER-C di dunia internasional.

“MER-C tidak hanya berperan saat emergency saja, tapi bagaimana kita bisa memberikan bantuan yang bersifat jangka panjang dan bermanfaat bagi masyarakat konflik atau korban perang di wilayah tersebut,” katanya.

Khusus untuk Rumah Sakit Indonesia di Myanmar, Rima mengatakan, MER-C ingin menjadikan bangunan itu sebagai tempat bertemunya masyarakat Muslim dan Buddha yang ada di sana.

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myanmar adalah hasil kerja sama antara MER-C, Palang Merah Indonesia (PMI), juga umat Budha Indonesia yaitu Walubi dan masyarakat Indonesia. (L/R03/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)