Beit Shemesh, MINA – Serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh Republik Islam Iran menghantam kota Beit Shemesh di bagian tengah Israel, menewaskan sedikitnya delapan hingga sembilan orang dan melukai puluhan lainnya pada Ahad (1/3), menurut keterangan dinas darurat dan media Israel.
Insiden itu terjadi di tengah gelombang serangan balasan Iran terhadap serangan udara besar oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Media KAN melaporkan.
Rudal yang menghantam Beit Shemesh menghantam kawasan permukiman dan tempat berlindung sipil, menyebabkan puing-puing bangunan runtuh dan sejumlah warga terjebak di bawah reruntuhan.
Layanan medis darurat Israel, termasuk Magen David Adom (MDA), mencatat korban yang tewas dan korban luka mencapai lebih dari dua puluh orang dengan beberapa dalam kondisi kritis.
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
Serangan ini merupakan bagian dari serangkaian serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel sejak Sabtu malam. Militer Israel melaporkan sirene peringatan serangan udara berbunyi di beberapa kota besar, termasuk Tel Aviv dan sekitarnya.
Pemerintah Israel mengutuk serangan tersebut sebagai tindakan agresi yang menarget warga sipil dan mengumumkan kondisi darurat di beberapa kawasan. Angkatan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan sedang menyelidiki bagaimana satu rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan canggih mereka dan mengenai targetnya secara langsung.
Kejadian ini semakin memperburuk hubungan Israel–Iran yang sudah tegang, setelah serangan bersama AS menewaskan Khamenei dan sejumlah pemimpin militer Iran pada akhir pekan lalu.
Iran menegaskan akan memberikan “balasan yang menghancurkan” atas serangan tersebut, sementara Israel dan AS bersikeras bahwa operasi militer itu merupakan langkah defensif terhadap ancaman yang berkembang dari Tehran.
Baca Juga: Smotrich Ancam akan Hancurkan Beirut Seperti Khan Younis di Gaza
Serangan rudal Iran ke Beit Shemesh merupakan eskalasi paling signifikan dalam konflik yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah, memicu kekhawatiran akan perang yang lebih luas di seluruh wilayah.
Sejak pembunuhan Ayatollah Khamenei, serangan dan balasan militer telah melibatkan berbagai negara sekutu dan pangkalan militer AS di Teluk serta menimbulkan dampak lebih luas, termasuk gangguan penerbangan, kerusakan infrastruktur, dan tekanan pada pasar energi global. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pendudukan Israel Buka Kembali Masjid Ibrahimi Usai Ditutup Selama Enam Hari
















Mina Indonesia
Mina Arabic