Rudal Jelajah Houthi Bakar Kapal Tanker Menuju Israel

Washington, MINA – Dua pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan sebuah rudal jelajah yang diluncurkan kelompok Houthi Yaman menghantam kapal tanker komersial.

Tembakan rudal memicu kebakaran dan kerusakan tetapi tidak ada korban jiwa.

Salah satu pejabat mengatakan serangan terhadap kapal tanker STINDA terjadi sekitar 60 mil laut (111 km) utara Selat Bab al-Mandab sekitar pukul 21.00 waktu Greenwich (GMT). Para pejabat itu mengatakan kapal destroyer Angkatan Laut AS USS Mason ada di sana dan memberikan bantuan.

Houthi didukung Iran masuk ke dalam konflik Israel dan Hamas yang meletus pada 7 Oktober lalu dengan menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran penting dan menembakkan drone dan rudal ke arah Israel.

Baca Juga:  PBB: Serangan Bom Israel di Gaza Ciptakan 39 Juta Ton Puing

Keterlibatan Houthi menimbulkan kekhawatiran konflik akan menyebar ke seluruh Timur Tengah.

Pada Sabtu (10/12) lalu Houthi mengatakan mereka akan menargetkan semua kapal yang menuju ke Israel, tanpa memandang kebangsaan mereka.

Kelompok itu memperingatkan perusahaan-perusahaan pelayaran internasional untuk tidak berurusan dengan pelabuhan-pelabuhan Israel.

Belum diketahui apakah STRINDA memiliki hubungan dengan Israel atau berlayar menuju pelabuhan Israel. Houthi yang menguasai banyak wilayah di Yaman mengatakan serangan itu sebagai bentuk dukungan pada rakyat Palestina.

Mereka berjanji akan melanjutkan serangan sampai Zionis Israel berhenti membombardir Jalur Gaza yang terletak lebih dari 1.000 mil Sana’a yang dikuasai Houthi. Kelompok itu salah satu dari beberapa kelompok yang didukung Iran yang menyerang target-target Israel dan Amerika Serikat (AS) sejak Hamas melancarkan serangan operasi badai Al-Aqsa ke Zionis Israel.

Baca Juga:  Netanyahu Kritik Biden Karena Tunda Pengiriman Senjata

Selama pekan pertama bulan Desember, tiga kapal komersial diserang di perairan internasional, sehingga mendorong kapal perusak Angkatan Laut AS untuk turun tangan. Bulan lalu Houthi juga menyita sebuah kapal kargo milik Inggris yang memiliki hubungan dengan perusahaan Israel.

AS dan Inggris mengutuk serangan terhadap kapal-kapal tersebut, dan menyalahkan Iran atas perannya dalam mendukung Houthi. Teheran mengatakan sekutu-sekutunya membuat keputusan secara independen. Arab Saudi meminta AS untuk menahan diri dalam menanggapi serangan tersebut. (T/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Ismet Rauf