Jakarta, MINA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada awal perdagangan Selasa (6/10). Rupiah dibuka di level Rp17.914 per dolar AS, melanjutkan penguatan dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang kawasan Asia yang beragam. Pada pembukaan perdagangan, sejumlah mata uang regional bergerak menguat, sementara sebagian lainnya masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS.
Rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa menguat enam poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.911 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.917. Perbedaan angka tersebut dengan Rp17.914 dalam laporan sumber dapat terjadi karena perbedaan waktu pengambilan data pasar.
Pergerakan rupiah masih dipengaruhi sentimen global, termasuk arah pergerakan dolar AS dan perkembangan harga komoditas. Pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi Indonesia yang akan dirilis pekan ini, termasuk cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, dan penjualan ritel.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Beberapa analis mengatakan rupiah masih menghadapi tekanan dari penguatan indeks dolar AS. Menurutnya, penguatan dolar didukung antara lain oleh kenaikan harga minyak dunia dan melemahnya euro akibat meningkatnya kekhawatiran fiskal di Eropa.
Bank Indonesia pada 6 Oktober 2026 mencatat kurs transaksi dolar AS pada sisi jual sebesar Rp18.006,58 dan sisi beli Rp17.827,42. Data tersebut merupakan kurs transaksi BI dan berbeda dengan nilai rupiah di pasar spot sehingga tidak dapat disamakan secara langsung. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic