Munich, MINA – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada hari Sabtu (16/2) mengatakan, Rusia akan menghormati hukum humaniter internasional di Idlib, Suriah.
Berbicara pada Konferensi Keamanan di Munich, ia mengatakan upaya sedang dilakukan di Idlib, guna mengimplementasikan perjanjian yang ditandatangani tahun lalu antara Moskow dan Ankara untuk membangun zona demiliterisasi, Anadolu Agency melaporkan.
“Presiden Rusia, Turki dan Iran bertemu dua hari lalu di Sochi dan ada diskusi tentang situasi ini,” katanya, merujuk pada konferensi trilateral di kota peristirahatan Laut Hitam itu.
“Ada kesepakatan bahwa militer Rusia dan Turki, dengan persetujuan Pemerintah Suriah, akan mencoba membangun pendekatan langkah demi langkah, membuat beberapa area di dalam zona de-eskalasi, area patroli bersama,” tambahnya.
Baca Juga: Militer Israel Akui Kekurangan Tentara dan Kewalahan Hadapi Gaza
Lavrov menekankan, saat ini militer sedang membuat rencana, “sesuai dengan hukum humaniter internasional”.
“Mereka pasti akan melakukannya bukan dengan cara teroris seperti Raqqa yang dihilangkan, di mana kita masih memiliki mayat warga sipil dan ranjau yang tidak dipedulikan oleh siapa pun,” ujarnya, merujuk pada operasi militer yang didukung AS terhadap bekas ibu kota de facto ISIS. (T/Ast/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Netanyahu Akan Tetap Serang Lebanon Meski Ada Gencatan Senjata